- Toyota Fortuner (2011)
Diperiksa KPK
Penyidik KPK memeriksa Yasonna Hamonangan Laoly pada Rabu (6/12/2024). Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus korupsi yang melibatkan buronan Harun Masiku dan dugaan pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.
Sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, Yasonna menjelaskan bahwa ia pernah mengirim surat kepada Mahkamah Agung (MA) untuk meminta fatwa terkait perbedaan tafsir suara calon legislatif yang meninggal dunia.
"Ada surat yang saya tanda tangani untuk permintaan fatwa kepada Mahkamah Agung. Hal ini terkait Keputusan MA Nomor 57 karena ada perbedaan tafsir antara KPU dan DPP," katanya, dikutip dari Antara.
Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai Menkumham, Yasonna mengonfirmasi kepada penyidik terkait data perlintasan luar negeri Harun Masiku.
"Sebagai menteri, saya menyerahkan data perlintasan Harun Masiku. Itu yang diminta penyidik KPK," ujarnya.
Harun Masiku, yang telah menjadi buronan sejak 17 Januari 2020, merupakan tersangka dalam kasus dugaan pemberian hadiah kepada penyelenggara negara terkait penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024.
KPK pada Jumat (6/12/2024) kembali merilis daftar pencarian orang (DPO) terbaru dengan menampilkan foto-foto terkini Harun Masiku. Dalam DPO tersebut, Harun digambarkan memiliki tinggi badan 172 cm, bertubuh kurus, berkacamata, dan memiliki suara sengau dengan logat Toraja atau Bugis.
Kasus ini juga melibatkan Wahyu Setiawan, mantan anggota KPU periode 2017-2022. Wahyu saat ini menjalani masa bebas bersyarat setelah divonis tujuh tahun penjara atas keterlibatannya dalam kasus yang sama.
Setelah diperiksa selama hampir tujuh jam, Yasonna menyampaikan apresiasi kepada penyidik KPK.
"Penyidik sangat profesional menanyakan sesuai posisi saya, baik sebagai Ketua DPP maupun sebagai Menkumham," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Irigasi 125 Meter di Namo Rambe Longsor, Yasonna Laoly Soroti Minimnya Anggaran Pemeliharaan
-
Benarkah Kongres PDIP Digelar di Bali 1 Agustus? Jawaban Puan dan Yasonna Laoly Bikin Penasaran
-
Ultimatum Keras Megawati di Bali: Ribuan Kader PDIP Diperintahkan Menang Tanpa 'Main Duit'
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar