Suara.com - Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat mengatakan kedua negara sedang berunding tentang penarikan pasukan Israel dari Lebanon karena tenggat gencatan senjata dengan militan Hizbullah semakin dekat. Media Israel telah melaporkan bahwa Israel berusaha menunda penyelesaian penarikan pasukannya.
Michael Herzog mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Radio Angkatan Darat Israel pada hari Kamis bahwa ia yakin Israel akan "mencapai kesepahaman" dengan pemerintahan Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Berdasarkan gencatan senjata yang ditengahi AS yang mengakhiri lebih dari setahun pertempuran yang terkait dengan perang di Jalur Gaza, pasukan Israel seharusnya menyelesaikan penarikan pasukan mereka dari Lebanon selatan pada hari Minggu.
Media Israel telah melaporkan bahwa Israel mencapai kesepahaman dengan pemerintahan Biden untuk tinggal lebih lama tetapi Presiden Donald Trump mendesaknya untuk menarik pasukannya tepat waktu, lapor The Associated Press.
Tidak ada komentar langsung dari Amerika Serikat.
Pejabat Israel mengatakan pasukan Lebanon tidak dikerahkan cukup cepat di wilayah yang seharusnya dikosongkan oleh pasukan Israel.
Berdasarkan gencatan senjata, tentara Lebanon akan berpatroli di zona penyangga di Lebanon selatan bersama pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hizbullah mengancam akan melanjutkan serangan roket dan pesawat tak berawaknya jika Israel tidak mundur tepat waktu.
Berita Terkait
-
Gencatan Senjata Gaza: PBB Berpacu Kirim Bantuan dan Evaluasi Kerusakan
-
Houthi Kembali Dicap Teroris: Apa Dampaknya bagi Yaman dan AS?
-
Australia Desak Israel Hentikan Genosida di Palestina: Ancaman Putus Hubungan Diplomatik
-
Israel Tewaskan 2 Warga Palestina Terkait Serangan Bus yang Telan 3 Korban Jiwa
-
Runtuhnya Keamanan Israel? Pejabat Tinggi Mundur Massal Pasca Serangan Hamas
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua