Suara.com - Seorang tentara Israel yang kedapatan memukul tahanan Palestina saat mereka diikat dan ditutup matanya telah dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara oleh pengadilan militer Israel.
Militer Israel pada hari Kamis mengumumkan bahwa pengadilan telah menerima kesepakatan pembelaan dengan tentara tersebut, seorang prajurit cadangan yang katanya mengaku telah "menganiaya" tahanan Palestina di pusat penahanan militer Sde Teiman di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza.
"Terdakwa dihukum karena beberapa insiden di mana ia memukul tahanan dengan tinjunya dan senjatanya saat mereka diikat dan ditutup matanya," kata militer.
Reuters melaporkan bahwa mereka tidak menyebutkan nama tentara tersebut atau merinci tuduhan yang dijatuhkan kepadanya.
Pernyataan militer tersebut tidak menyebutkan asal tahanan Palestina tersebut, mengapa mereka ditahan atau apakah mereka telah didakwa atau dihukum atas kejahatan atau dibebaskan dari tahanan.
Selain hukuman penjara tujuh bulan, pengadilan menjatuhkan hukuman percobaan kepada tentara tersebut dan menurunkan pangkatnya menjadi prajurit biasa.
Militer mengatakan prajurit itu bertugas sebagai penjaga keamanan di pusat penahanan tetapi tidak menyebutkan pangkat apa yang dipegangnya. Media Israel melaporkan hukuman penjara prajurit itu termasuk waktu yang telah dihabiskannya di tahanan.
Pengadilan militer menemukan bahwa prajurit bertopeng lainnya telah berpartisipasi dalam pelecehan tersebut tetapi identitas mereka belum ditentukan, kata militer, tanpa mengatakan berapa banyak.
Prajurit yang dihukum itu telah memukuli para tahanan di depan prajurit lain, beberapa di antaranya telah menyuruhnya berhenti, kata militer, seraya menambahkan bahwa rekaman pelecehan itu telah ditemukan di ponsel prajurit yang dihukum itu.
Baca Juga: Terlibat Judol, 5 Warga Aceh Dihukum Cambuk
Militer telah menyelidiki tuduhan bahwa tentara telah menyiksa warga Palestina dari Gaza yang ditahan di tahanan militer sejak dimulainya perang pada Oktober 2023. Militer pada hari Kamis tidak mengatakan apakah penyelidikan masih berlangsung atau apakah ada prajurit lain yang telah didakwa.
Pada bulan Juli tahun lalu, pengunjuk rasa sayap kanan Israel menerobos masuk ke fasilitas penahanan Sde Teiman dan kompleks militer Israel lainnya setelah penyelidik datang untuk menginterogasi tentara tentang dugaan pelecehan.
Berita Terkait
-
PBB Tegaskan Usulan Trump Ambil Alih Gaza Melanggar Hukum Internasional
-
Perjanjian Damai Mesir-Israel Terancam Hancur Akibat Rencana Relokasi Warga Gaza dari Trump
-
Donald Trump Janji Gaza Akan Dibangun Ulang, Klaim Bisa Jadi Proyek Terbesar di Dunia
-
Terlibat Judol, 5 Warga Aceh Dihukum Cambuk
-
AS Hengkang dari Badan HAM PBB, Hentikan Aliran Dana untuk Palestina
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis