Meskipun cuaca buruk diakui sebagai tantangan, para ahli menilai seharusnya ada rencana darurat yang matang untuk mengatasinya.
"Jadi, jika alat siap dan personel siap, cuaca dan medan apapun, rasanya ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penyelamatan," tegas Galih.
Di sisi lain, pemerintah memberikan pembelaan. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman Wasur, membantah proses berjalan lambat.
"Rinjani ini merupakan lokasi yang ekstrem, topografi yang ekstrem, dan cuaca di sini sangat berubah setiap saat. Ini yang menghambat tim evakuasi tidak maksimal," kata Yarman.
Ia juga menambahkan bahwa korban sempat hilang jejak setelah jatuh lebih dalam dari perkiraan awal, yang semakin mempersulit pencarian.
Misteri Helikopter yang Tak Kunjung Menyelamatkan
Pertanyaan terbesar publik adalah mengapa helikopter tidak segera dikerahkan. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan cuaca menjadi kendala utama. Namun, pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengungkap fakta teknis yang lebih dalam.
Menurutnya, korban berada di ketinggian 9.400 kaki, sementara kemampuan helikopter Basarnas untuk melayang stabil (Hover OGE) jauh di bawah angka itu.
"Jadi di sini bisa kelihatan, heli Basarnas tidak akan bisa melakukan hoisting rescue korban, mau cuacanya bagus sekalipun," kata Gerry.
Ini menunjukkan adanya keterbatasan kapabilitas alutsista yang fundamental.
Baca Juga: 'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil
Kecelakaan Berulang, Kapan Belajar?
Tragedi Juliana bukanlah yang pertama. Minimnya infrastruktur keselamatan seperti pagar atau tali pembatas di titik-titik maut menjadi sorotan.
Para ahli mendesak adanya perbaikan total, termasuk pembuatan buku panduan prosedur darurat yang jelas dan pelatihan intensif bagi pemandu lokal.
Kepala Balai TNGR, Yarman Wasur, mengklaim pihaknya sudah memasang tali pengaman dan CCTV, serta memberlakukan SOP.
"Ini artinya human error, kami sudah melakukan segala antisipasi," katanya.
Namun, ia berjanji akan melakukan evaluasi total setelah kejadian ini.
Berita Terkait
-
'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil
-
Warganet Brasil Geram! Gunung Rinjani Dihujani Review Bintang 1 Imbas Tewasnya Juliana Marins
-
Siapa Juliana Marins, Warga Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani? Sosok Petualang dan Suka Menjelajah
-
Berlangsung Dramatis di Tebing, Tim Relawan Tidur Semalam Bersama Jasad Juliana Marins
-
Menginap di Jurang Demi Jasad Pendaki Brasil: Kisah Heroik Relawan Rinjani yang Menyentuh Hati
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Trump Undang RI Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Datang?
-
Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa
-
Usai Kesaksian Pimpinan LKPP, Nadiem Klaim Tak Ada Kerugian Negara di Kasus Laptop
-
Anak Muda Kian Banyak Kena Diabetes, Pemerintah Siapkan Label Khusus Pada Kemasan Produk Gula Tinggi
-
Segera Terbitkan Surat Edaran Korve, Mendagri Bakal Awasi Daerah yang Tidak Bersih-bersih
-
Terkuak! Bukan Paspampres, Pelaku Penganiaya Ojol di Kembangan Ternyata Anggota Denma Mabes TNI
-
Siswa SMK 34 Jakarta Tewas Kecelakaan di Matraman Gegara Jalan Berlubang, Paramono Bilang Begini
-
Kasus Dugaan Penipuan Dana Syariah Indonesia, Dirut Minta Maaf
-
KPK Bidik Dugaan Korupsi Stadion Swarnabhumi, Nama Gubernur Jambi Al Haris Terseret
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura