Suara.com - Rocky Gerung dikenal sebagai ahli filsafat sekaligus pengamat politik yang tajam ketika memberikan kritik. Dungu jadi salah satu diksi khas yang sering dia pakai saat mengkritik dengan argumen yang solid.
Kini, mantan dosen Universitas Indonesia (UI) ini bahkan terang-terangan menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dungu. Ujaran tersebut hadir dalam perbincangan dengan komika senior Pandji di konten Skakmat kanal YouTube Pandji Pragiwaksono.
Dalam konten bincang-bincang sambil main catur tersebut, awalnya Pandji menyinggung Rocky terkait materi impersonate miliknya. Pasalnya, materi tersebut sampai bikin Pandji diserang habis-habisan oleh fans Rocky.
"Lu udah ngeliat materi stand up gua yang impersonate lu belum," kata Pandji bertanya dikutip Kamis, 3 Juli 2025.
"Gua diserang sama fans lu karena dianggap menghina," ujarnya lagi.
Rocky pun penasaran seperti materi yang dimaksud Pandji. Materi tersebut, kata Pandji, memakai teknik impersonate atau meniru orang.
Di dalam set-nya, Pandji berandai Ahok sedang mewawancarai Rocky Gerung. Ada alasan kenapa Pandji meng-impersonate kedua tokoh tersebut.
"Jadi, gua ada jokes tentang Ahok ngobrol sama Rocky Gerung. Ahok dan Rocky Gerung kan ini kan dua-duanya kan cara ngomongnya itu khas banget. Terus gua impersionate lu," ujar Pandji memberi tahu Rocky.
Rocky penasaran dengan set selanjutnya. Hanya saja, sebelum Pandji meneruskan kalimatnya, Rocky keburu memotong.
"Ya, gue bilang e Ahok ini..," kata Pandji belum menyeselaikan kalimatnya.
Baca Juga: Indonesia Peringkat Kedua Ketidakjujuran Akademis, Rocky Gerung Senggol Kasus Jokowi dan Bahlil
"Dungu!" ujar Rocky memotong seperti menebak lalu tertawa kecil.
Pandji meralat tebakan Rocky. Tapi, dia mengakui memang ada diksi dungu dalam materi tersebut.
Sementara, Rocky tetap fokus dengan pernyataan kalau Ahok memang dungu.
"Nggak. Ahoknya yang dungu," kata Rocky.
Gara-gara Rocky terus menyinggung hal tersebut, Pandji sampai penasaran. Ia malah tak melanjutkan penjelasan terkait materi stand up comedy yang dimaksud.
"Emang menurut bapak, Ahok dungu ya?" kata Pandji bertanya penasaran.
Berita Terkait
-
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Kondisinya
-
PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik
-
'Rezeki Anak Saleh' Sindiran Pandji Pragiwaksono soal Tambang yang Bikin NU dan Muhammadiyah Murka?
-
Menkum Buka Suara Soal Kasus Pandji Pragiwaksono: Cek Dulu KUHP Baru, Penuhi Unsur Gak?
-
Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional