Temuan ini membuka babak baru dalam dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Roy Suryo juga mengungkapkan adanya pengakuan dari seorang kader partai yang identitasnya dirahasiakan, yang mengaku pernah menasihati Jokowi agar tidak membuat ijazah palsu.
Namun, Jokowi disebut beralasan bahwa hal tersebut dilakukan agar terlihat lebih keren dan gagah. Pernyataan ini, jika terbukti benar, akan menjadi pukulan telak bagi integritas publik.
Meskipun Roy Suryo dan timnya telah diundang untuk klarifikasi oleh Polda Metro Jaya terkait laporan ijazah palsu, mereka tidak hadir atas saran kuasa hukum.
Sementara itu, gelar perkara khusus di Bareskrim terkait laporan TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) ditunda untuk persiapan yang lebih matang.
TPUA sendiri bahkan telah melaporkan Dirti TPIDUM ke Propam terkait penanganan kasus ijazah Jokowi, menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap proses hukum yang berjalan. Ada desakan kuat dari berbagai kelompok agar kasus ini segera ditingkatkan ke tahap penyidikan di Polda Metro Jaya.
Pada akhirnya, Roy Suryo berharap agar kebenaran dapat terungkap. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti semua temuan yang ada secara netral dan jujur.
“Kasus ini sangat penting karena menyangkut integritas dan kejujuran seorang pemimpin tertinggi di negeri ini,” tegasnya.
Ia berharap agar ada putusan pengadilan yang dapat diterima oleh publik melalui proses yang transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Eks Wamen Paiman Raharjo Lawan Tuduhan Bikin Ijazah Jokowi di Pasar Pramuka: Demi Allah Sumpah Mati
Dugaan pemalsuan ijazah ini masih menjadi bola panas yang terus bergulir, menanti kejelasan dan penegakan hukum yang berkeadilan. Bagaimana kelanjutan kasus ini akan mempengaruhi peta politik dan kepercayaan publik terhadap pemimpin negara?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional