Rismon Sianipar menyelesaikan pendidikan S1 pada 1998 dan S2 pada 2002 di kampus yang sama.
Tak sampai di situ, Rismon Sianipar melanjutkan pendidikan teknik atau engineering di Universitas Yamaguchi dengan beasiswa, lalu meraih gelar Master pada 2005 dan Doctor pada 2008.
Oleh sebab itu, nama lengkap beserta gelarnya adalah Dr. Eng Rismon H. Sianipar, S.T, M.T, M.Eng.
Sempat beredar kabar bahwa ijazah Rismon Sianipar dari Universitas Yamaguchi palsu, tetapi telah dikonfirmasi hoaks.
3. Karier Rismon Sianipar
Setelah lulus dari Universitas Yamaguchi, Rismon Sianipar aktif menjadi peneliti dan bekerja sama dengan berbagai universitas serta lembaga riset di Jepang.
Rismon Sianipar meneliti dan mengembangkan perangkat lunak di bidang kriptografi, kripnalisis, dan forensik digital.
Metode pemorosesan citra berbasis reaksi-difusi merupakan salah satu inovasinya yang telah dipatenkan di Jepang.
Rismon Sianipar kini menjadi dosen Teknik Elektro di Universitas Mataram, terkonfirmasi di PDDikti.
Baca Juga: Aksi Bungkam Roy Suryo di Polda Metro: Dicecar 85 Pertanyaan Ijazah Jokowi, Jawab Cuma Identitas
Sedangkan di profil LinkedIn, Rismon Sianipar memperkenalkan diri sebagai Senior Software Engineer di Software Developer dan Author sejak 2008.
Salah satu publikasi terbarunya, yaitu pada Oktober 2023, adalah "Start From Scratch Digital Image Processing with Tkinter".
Sementara Rismon Sianipar sebagai penulis buku telah menerbitkan 31 judul, di antaranya "Mudah Mebuat Game dan Animasi dengan Visual C#.NET: From Beginner to Master" dan "Pemrograman Java untuk Aplikasi dan Game".
4. Kontroversi Rismon Sianipar
Rismon Sianipar awalnya disorot atas perannya sebagai ahli forensik dalam kasus Jessica Wongso di sidang Peninjauan Kembali (PK) pada November 2024.
Menurut Rismon, rekaman kamera CCTV yang menjadi barang bukti dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin tersebut telah mengalami distorsi atau penyimpangan sebesar 89,6 persen.
Berita Terkait
-
Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan
-
Projo Bicara Soal Kesehatan Jokowi, PSI Langsung Buka Suara
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan