Suara.com - Perubahan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari Bunga Mawar menjadi Gajah kekinian menjadi sorotan, tak terkecuali politisi PDI Perjuangan (PDIP), Ferdinand Hutahaean.
Dalam siniar yang tayang di akun Youtube pribadinya pada Rabu (16/7/2025), Ferdinand mengaitkan motif di balik perubahan logo PSI itu berkaitan dengan logo 'Banteng' milik PDIP. Namun, berdasar analisisnya, mustahil PSI bisa menyaingi kekuatan PDIP setelah resmi mengubah logo partai.
"Mungkin orang-orang PSI melihat bahwa gajah lebih besar dari banteng. Jadi mereka ingin bersaing dengan banteng. Bagaimana mungkin bersaing dengan logo? Enggak bisa, Bung," ujar Ferdinand seraya tertawa terbahak-bahak.
Menurutnya, penokohan masih menjadi alat untuk membesarkan partai bukan dari pengganti logo partai. Terkait pergantian logo itu, Ferdinand justru menyindir PSI yang cuma berisi anak-anak muda pragmatis.
"Politik itu adalah ketokohan. Politik itu menuntut kehadiran tokoh-tokoh, bukan menuntut anak-anak muda yang pragmatis seperti orang-orang PSI. Saya mengatakan anak muda di PSI itu adalah orang-orang pragmatis," ujarnya.
Lebih lanjut, Ferdinand juga menguliti rekam jejak termasuk seputar jejak digital para kader PSI sebelum dan setelah mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 lalu.
"Kita lihat rekam jejak mereka, jejak digital, jejak politiknya. Bagaimana mereka menghujat Prabowo dan sekarang bagaimana mereka menjilat Prabowo," beber Ferdinand.
"Itulah mereka anak-anak muda pragmatis yang tidak punya idealisme soal keteguhan prinsip dan soal kebenaran," sambungnya.
Adanya perubahan logo PSI membuat Ferdinand tertawa geli. Pasalnya, dia sesumbar PDIP tidak bisa disaingi apalagi dengan PSI jika cuma mengubah logonya menjadi Gajah.
Baca Juga: Roy Suryo Sebut Kader PSI Bisa Dipidana Imbas Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ade Armando: Saya Gak Bela
"Yang begini mau diikuti. Terus yang begini mau merasa mau bersaing dengan banteng dengan logo gajah. Aduh. Aduh, saya benar-benar kocak," ledek Ferdinand sembari tertawa ngakak.
Kaesang Pamer Logo Baru PSI
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep memamerkan logo baru partainya saat berkampanye di Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (16/7/2025).
Logo tersebut bergambar seekor gajah berkepala merah dan berbadan putih yang tercetak pada kaus berwarna hitam dan putih.
"Setidaknya ini logo baru. Baru pertama kali saya kasih dan ini saya kasih lihat," kata Kaesang sambil memperlihatkan kaus berlogo baru kepada para kader PSI yang hadir.
Meski sudah diperlihatkan ke publik, Kaesang belum bersedia menjelaskan makna dari gambar gajah tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pembina PSI.
Berita Terkait
-
Roy Suryo Sebut Kader PSI Bisa Dipidana Imbas Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ade Armando: Saya Gak Bela
-
Bisa Kena Pidana Sebut Ijazah Jokowi Palsu, Roy Suryo Ketawa Ngakak Digertak Silfester Matutina
-
Lisa Mariana Disindir 'Bangga' usai Akui Perankan Video Syur, Ridwan Kamil Ikutan Terseret
-
Desak Kejagung Kirim Red Notice ke Interpol, MAKI Ungkap Lokasi Persembunyian Stafsus Nadiem Makarim
-
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Chromebook, Kejagung Belum Tahan Stafsus Nadiem Makarim, Kenapa?
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Divonis Bersalah Meski Bebas Bersyarat, Pendukung Laras: Ini Keadilan Setengah Jalan
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi