Suara.com - Terkuaknya nama 12 terlapor dari sederet pelaporan kasus di kepolisian, mantan Presiden Jokowi disebut-sebut seolah sengaja menabuh genderang perang dengan rakyat. Dari sederet tokoh yang kini berstatus terlapor dalam kasus tudingan ijazah Jokowi, mantan Ketua KPK, Abraham Samad juga ikut terseret.
Pernyataan itu disampaikan pengacara Roy Suryo dkk, Ahmad Khozinudin dalam sebuah siniar yang tayang di Youtube pada Rabu (23/7/2025). Ahmad pun membeberkan 12 nama yang kini berstatus sebagai terlapor imbas tudingan ijazah palsu Jokowi, salah satunya adalah Abraham Samad.
"Iya, makanya saya sebut Jokowi seperti ngajak perang semesta ya, perang bubat dengan rakyatnya. Karena dia berdalih ya tidak melaporkan hanya dalam penyelidikan," beber Ahmad Khozinudin.
Menurutnya, Jokowi telah melakukan pembiaran terkait upaya sejumlah pendukungnya untuk ikut membuat laporan di kepolisian.
"Sementara kuasa hukumnya sudah menyebut sejumlah inisial ada lima tadi. Tapi pada saat yang sama dia membiarkan ya pendukungnya membuat laporan bareng-bareng," ujarnya.
Ahmad juga membeberkan jika ada enam laporan yang sebelumnya didaftarkan ke Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah laporan yang dibuat sendiri oleh Jokowi. Dia juga menyebut jika dari sederet laporan itu, polisi hanya meningkatkan laporan yang dibuat Jokowi dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Dia pun menganggap tindakan Jokowi yang membuat laporan tersebut seolah berniat memenjarakan orang karena merasa tudingan ijazah palsu itu sudah mencoreng nama baiknya.
"Artinya kalau orang melapor dalam konteks pidana itu kan ingin ujungnya penjara. Sementara selama ini Saudara Jokowi berdalih tidak ingin memenjarakan orang, hanya ingin memulihkan wibawanya, kehormatannya yang merasa di rendahkan serendah-rendahnya, dihinakan sehina-hinanya," papar Ahmad.
Lebih lanjut, Ahmad menganggap jika dalih menepis tudingan, Jokowi seharusnya bisa membeberkan ijazah aslina dan bukan justru membawa masalah ini ke jalur hukum.
Baca Juga: Bukan Kasmudjo, Jokowi Akhirnya Blak-blakan Sosok Dosen Pembimbing Skripsinya di UGM, Siapa?
"Saya berulang kali di sebelah media menyatakan, "Oke, kalau fokusnya adalah ingin memulihkan wibawanya, memulihkan kehormatannya, harusnya kan apa? Harusnya justru menunjukkan ijazah aslinya. Dengan begitu kan kembali marwah, wibawanya, bukan dengan (melaporkan) orang-orang," ujarnya.
Berita Terkait
-
Bukan Kasmudjo, Jokowi Akhirnya Blak-blakan Sosok Dosen Pembimbing Skripsinya di UGM, Siapa?
-
Pamer Bukti Fotokopi, Roy Suryo Ngotot Sebut Ijazah Jokowi Palsu: Kami Tanggung Jawab Dunia-Akhirat
-
Kubu Roy Suryo dkk Bongkar Anomali: Hari Ini Hukum Seolah-olah di Bawah Ketiak Jokowi
-
Curiga Polisi Beri 'Karpet Merah' ke Jokowi, Kubu Roy Suryo Dkk Ragu Dapat Keadilan: Tak Imparsial!
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah