Suara.com - Sebuah kritik fundamental dan tajam dilontarkan Mantan Wakil Kapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno terhadap sistem pembinaan karier di tubuh Kepolisian RI (Polri) yang dinilainya telah menyimpang dari piramida ideal.
Ia membongkar adanya "borok" sistemik yang menciptakan jalur tol bagi perwira yang bertugas di luar institusi untuk mendapatkan pangkat jenderal, yang kemudian kembali dan menyumbat keran promosi bagi mereka yang setia mengabdi di dalam.
Menurut Oegroseno, praktik ini tidak hanya merusak struktur kepangkatan yang sehat, tetapi juga menjadi sumber frustrasi dan "tekanan batin" bagi para perwira tinggi yang kariernya mandek.
Oegroseno mengawali kritiknya dengan mengingatkan kembali konsep dasar piramida kepangkatan di Polri, di mana posisi puncak sangat terbatas dan seharusnya diisi melalui jenjang karier internal yang terukur.
"Iya. Kalau dari dulu kita kan punya piramida, Mas. Piramida kepangkatan. Jenderal polisi itu hanya satu, kapolri dan mantan kapolri. Sudah enggak ada jabatan lain," ujarnya dikutip dari Youtube Forum Keadilan TV.
Namun, realitas yang terjadi saat ini jauh dari ideal. Banyak perwira tinggi yang ditempatkan di kementerian atau lembaga lain, kemudian mendapatkan kenaikan pangkat bintang di sana.
Celakanya, pangkat "eksternal" itu diakui setara saat mereka kembali ke Mabes Polri, mengacaukan tatanan yang sudah ada.
"Tapi di luar Polri ya jangan dikasihkan bintang tiga seperti itu. Nanti naik bintang dua, jabat di luar naik bintang tiga. Jadi akhirnya mengganggu yang pembinaan karya di dalam piramida ini," tegasnya.
Fenomena "masuk-keluar" inilah yang menjadi sumber masalah utama. Perwira yang telah membangun karier di dalam harus rela melihat posisinya dilewati oleh mereka yang datang dari luar dengan pangkat lebih tinggi.
Baca Juga: Penguntitan Jampidsus: Mantan Wakapolri Ungkap Aroma Backing & Penyalahgunaan Wewenang Densus 88
"Kalau sudah keluar Polri, naik, naik jabatan ya sudah keluar saja di sana ahli status saja. Jangan nanti masuk lagi masuk lagi masuk lagi masuk lagi. Yang di dalam ini kan pasti kan tekanan batin. Iya. Wah saya ini belum bisa naik-naik, masuk dari luar masuk lagi ke dalam," ungkap Oegroseno dengan lugas.
Salah Kaprah Pangkat: 'Irjen Agraria' Bukan 'Irjen Pol'
Oegroseno secara cerdas menelanjangi kekeliruan logika dalam pengakuan pangkat yang didapat di luar institusi. Baginya, pangkat tersebut seharusnya melekat pada jabatan di lembaga eksternal, bukan pada statusnya sebagai anggota Polri.
"Loh, kalau pangkat itu kan jenderal juga jenderal polisi. AKBP, P-nya juga polisi ya, mayor polisi. AKP,P-nya tuh polisi, Pak. Tapi kalau dia dapat pangkat di luar itu bukan pangkat polisi di situ," jelasnya.
Ia memberikan contoh yang sangat spesifik. "Jadi misalnya jadi Dirjen di Kementerian Agraria misalnya, bintang satu terus di situ naik bintang dua. Bintang duanya kan bintang agraria bukan bintang polisi. iya kan berarti kan Irjen Agraria bukan Ijen Pol," paparnya.
Kekacauan administrasi dan pengakuan pangkat inilah yang menurutnya harus segera ditata ulang. Solusi yang ia tawarkan adalah "alih status". Jika seorang perwira memilih untuk berkarier dan mendapat promosi di luar, seharusnya ia melepaskan statusnya sebagai anggota Polri secara permanen.
Berita Terkait
-
Penguntitan Jampidsus: Mantan Wakapolri Ungkap Aroma Backing & Penyalahgunaan Wewenang Densus 88
-
Eks Wakapolri Bongkar 'Perang Dingin' Polri-Kejaksaan: Soroti Arogansi dan Beda Usia Pimpinan
-
Geger Tes DNA Ridwan Kamil-Lisa Mariana: Hasil Keluar Besok, Tapi...
-
Angkat Silfester Matutina Jadi Komisaris BUMN, Benarkah Erick Thohir Berpotensi Jadi Tersangka?
-
Terungkap! Ini Penjelasan DJP Soal Tukang Jahit di Pekalongan Ditagih Pajak Rp2,9 Miliar
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura
-
Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE
-
Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet