Suara.com - Sebuah garis merah kemanusiaan diduga telah dilanggar dalam panasnya aksi unjuk rasa di Pati hari ini, Rabu (13/8/2025).
Di tengah kekacauan, asap putih pekat yang menyesakkan napas itu tidak lagi hanya menyebar di jalanan, tetapi juga merangsek masuk hingga ke area sakral sebuah masjid.
Sebuah video yang kini viral di media sosial merekam momen mengerikan saat gas air mata ditembakkan aparat hingga ke tempat wudu, membuat para demonstran yang mencari perlindungan tumbang tak berdaya.
Dalam kolase gambar yang mengguncang emosi publik, terlihat jelas selongsong gas air mata mendarat dan melepaskan asapnya hanya beberapa meter dari plang bertuliskan "TEMPAT WUDU PRIA".
Tempat yang seharusnya menjadi sumber air untuk bersuci dan menenangkan diri, justru berubah menjadi zona berbahaya yang dipenuhi gas pedih.
Pemandangan ini sontak memicu amarah dan kecaman luas.
"Keterlaluan Bgt! Polisi Tetap Tembakan Gas Air Mata Sampai Ke Area Masjid ke Para Pendemo Pati," menyuarakan kekecewaan dan kemarahan publik.
Dampak dari tindakan tersebut terekam dengan jelas di sisi lain gambar.
Beberapa demonstran yang diduga terpapar gas di area tersebut tergeletak lemas di tanah.
Baca Juga: KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Pati Sudewo, Warganet: Kok Baru Sekarang?
Tim medis dengan sigap memberikan pertolongan pertama, memasangkan alat bantu pernapasan pada seorang pemuda yang tampak pingsan.
Wajah-wajah panik dari rekan-rekannya dan kesigapan tim medis melukiskan betapa mencekamnya situasi saat itu.
Masjid, dan tempat ibadah pada umumnya, secara tidak tertulis dianggap sebagai zona aman atau tempat suci yang seharusnya dihormati, bahkan dalam situasi konflik sekalipun.
Banyak demonstran yang berlari ke arah masjid bukan untuk melanjutkan aksi, melainkan untuk mencari perlindungan, menyelamatkan diri dari gas air mata, atau sekadar menggunakan air wudu untuk membasuh wajah dan mata yang perih.
Tindakan menembakkan gas air mata hingga memasuki area masjid inilah yang dianggap sebagai tindakan eksesif dan tidak proporsional.
Ini bukan lagi sekadar upaya membubarkan massa, tetapi telah melukai perasaan keagamaan dan melanggar batas etika penanganan unjuk rasa.
Tag
Berita Terkait
-
KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Pati Sudewo, Warganet: Kok Baru Sekarang?
-
Gas Air Mata Kedaluwarsa di Demo Pati? Polisi Dituding Sengaja Pakai Stok Lama
-
7 Momen Saat Ruang Sidang DPRD Pati Jatuh ke Tangan Rakyat, Kursi Ketua Jadi Sandera?
-
Viral Gas Air Mata Demo Pati di Perkampungan, Nyasar atau Sengaja Ditembakkan?
-
'Pati Adalah Kunci': Tesis Neneng Rosdiyana yang Getarkan Jagat Maya dan Pertaruhkan Nasib Demokrasi
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi
-
Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi
-
Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
-
Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak
-
Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
-
KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari
-
Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027
-
Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring
-
Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana
-
Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih