Tak hanya itu, pengerukan sungai dan proyek-proyek lainnya juga disebutkan dalam orasi mereka.
Hal tersebut dianggap sebagai bukti nyata bahwa Sudewo peduli terhadap infrastruktur di wilayah Pati.
"Empat, pengerukkan kali dan lain-lain," tuturnya.
Program-program tersebut menurut mereka belum cukup untuk dijadikan alasan pelengseran Bupati Pati yang baru saja menjabat selama enam bulan.
Sebagai penutup aksi dukungan itu, mereka menyuarakan yel-yel dengan penuh semangat membara.
"Bapak Sudewo Bupati Pembangunan, yes, yes, yes," pekik orasi tersebut.
Aksi tersebut turut mengundang perhatian dari warganet. Banyak yang menganggap bahwa mereka adalah buzzer atau orang-orang yang sengaja dibayar untuk memberikan dukungan ke Bupati Pati.
"Rp100 ribu cair nih per orang," tulis akun @aksa***.
"Politik adu domba dimunculkan dengan imbal jasa DUIT, biar kacau sesama anak negeri," komentar akun @spont***.
Baca Juga: Instruksi Mendagri Tito Terkait Situasi Pati, Nasib Bupati Sudewo di Ujung Tanduk?
"Pati bagian mana dulu? Kalau memang mempertahankan Sudewo, kenapa pas demo pada gak keliatan?" kata akun @ilma***.
"Itu kalau ditanya satu per satu alasan dan prestasi bupati paling cuma planga-plongo," ujar akun @heey***.
"Pemerintah sekarang doyan main buzzer ya, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. bayar orang untuk perbaiki citranya," kata akun @heri***.
Demo Pati Jilid 2
Sementara itu sejumlah masyarakat Pati akan menggelar demo Pati jilid 2 yang rencananya akan dilaksanakan pada Senin, 25 Agustus 2025.
Demo tersebut kemungkinan besar akan kembali bertempat di depan kantor Bupati dan DPRD Pati.
Berita Terkait
-
Instruksi Mendagri Tito Terkait Situasi Pati, Nasib Bupati Sudewo di Ujung Tanduk?
-
Bupati Pati 'Menghilang' di HUT Kemerdekaan, Wagub Jateng Turun Gunung Jadi Inspektur Upacara
-
Kenapa Bupati Pati Sudewo Tak Hadir Upacara HUT RI ke-80? Wagub Jateng Gus Yasin Jadi Inspektur!
-
Benarkah Bupati Pati Sudewo Dipecat dari Gerindra Gegara Minta Uang? Begini Jejak Suramnya
-
Bupati Pati Digoyang, DPR RI Turun Tangan: Demokrasi Lokal Terancam Jadi Arena Elite?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus
-
Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua
-
TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon
-
Pramono Anung Sebut Aduan Warga ke JAKI Tidak Turun Usai Skandal Foto AI, Tapi Tak Boleh Terulang
-
Aktivis: Dasco Sering Hadiri Diskusi Informal Lintas Spektrum Politik Demi Serap Kritik
-
Siswi SMP Kalideres Diduga Jadi Korban Pelecehan saat Pulang Sekolah, Ini Hasil Temuan Polisi
-
Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk