Suara.com - Saat ini publik sedang geram atas kabar naiknya tunjangan anggota DPR RI. Salah satu yang menjadi sorotan adalah mengenai besaran tunjangan perumahan anggota DPRD mencapai Rp50 juta sebulan.
Bagi masyarakat kenaikan tunjangan bagi anggota DPR ini telah mencederai rasa keadilan di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit.
Maraknya PHK, susahnya mendapat pekerjaan dan kenaikan bahan-bahan pokok, menjadi persoalan yang mestinya segera dicarikan jalan keluar bukan malah menaikkan tunjangan para legislator.
Apalagi beredar video para anggota DPR RI itu asyik joget di acara pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Mereka pun dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat saat ini.
Naiknya tunjangan anggota DPR RI ini mendapat respons dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Adalah sosok komika, Tretan Muslim, yang mampu membuat putra sulung Jokowi itu buka suara.
Lewat program Aduan Masyarakat di Youtube Tretan Universe, Tretan Muslim menelepon langsung Gibran meminta tanggapan terkait kenaikan tunjangan anggota DPR RI.
"Tapi ini kan masyarakat juga banyak yang mempertanyakan nih tunjangan-tunjangan DPR yang tiba-tiba naik katanya sih sangat ekstrem sampai biaya perumahan Rp50 juta katanya setara kan ngekos sehari Rp3 juta. Itu bagaimana itu Mas?" tanya Muslim ke Gibran melalui telepon.
Gibran tak mau menanggapi hal itu. Dia menjawab sangat diplomati dengan meminta masyarakat menanyakan hal itu langsung ke DPR.
"Ya itu bisa ditanyakan ke anggota DPR saja," ujar Gibran singkat.
Baca Juga: Klarifikasi Gibran Soal Ekspresi Wajahnya saat Anggota DPR Joget-joget: Default Template
"Oke, Mas Gibran terima kasih. Itu aja sih, Mas. Soalnya banyak yang nanya.Maaf nih mengganggu waktu Mas Gibran," ujar Muslim.
"Iya, ganggu banget ini," balas Gibran. "Iya, biasanya jam segini lagi balas-balesin komen nih," sergah Muslim yang langsung dijawab Gibran, "Apa sih?".
Berita Terkait
-
Klarifikasi Gibran Soal Ekspresi Wajahnya saat Anggota DPR Joget-joget: Default Template
-
Luna Maya Ikut Sentil Anggota DPR, Tunjangan Komunikasi Besar Tapi Susah Dengar Rakyat
-
Wamenaker Noel Eks Loyalis Jokowi Kena OTT KPK, Gibran Buka Suara
-
Survei ISS: Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 90,9%, Efek Transfer dari Jokowi?
-
Jadi Buzzer Waktu Pilpres, Tretan Muslim Akui 'Nyebokin' Gibran Pakai Komedi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Aktivis UNY Perdana Arie Resmi Bebas dari Lapas Cebongan, Tegaskan Tetap Suarakan Keadilan
-
KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Pramono Stop Izin Bangun Lapangan Padel di Pemukiman, yang Sudah Buka Operasional Sampai Jam 20.00
-
Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang
-
Aksi Koboi Curanmor Jakbar Berakhir di Cikupa, Polisi Sita Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam
-
PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
-
Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto