- Anggota DPR RI Misbakhun jadi sorotan ketika Jakarta memanas gara-gara demo 25-28 Agustus 2025.
- Ia pergi di luar negeri dan juga diduga mengikuti marathon.
- Bagaimana rekam jejaknya hingga masuk ke politik?
Suara.com - Ketika kemarin gelombang demonstrasi yang mengguncang Jakarta, publik justru menyoroti Mukhamad Misbakhun, salah satu anggota DPR RI.
Bukan karena orasinya di gedung parlemen, melainkan karena dugaan partisipasinya dalam ajang Sydney Marathon 2025 saat demo besar 25-28 Agustus 2025.
Peristiwa ini memantik pertanyaan mendasar: dari partai apa Misbakhun? Sekaligus membuka keingintahuan rakyat perihal profil anggota DPR tersebut.
Profil Mukhamad Misbakhun
Pertanyaan "Misbakhun partai apa" terjawab dengan jelas. Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H., adalah politisi senior dari Partai Golongan Karya (Golkar).
Pria kelahiran Pasuruan, 29 Juli 1970 ini, bukanlah nama baru di kancah politik nasional.
Sebelum berlabuh di Partai Golkar, Misbakhun pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada periode 2009-2014.
Karier politiknya terbilang dinamis. Lulusan STAN ini memulai kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak sebelum akhirnya banting setir menjadi pengusaha.
Pengalamannya yang malang melintang di sektor keuangan, perpajakan, dan bisnis mengantarkannya kembali ke Senayan sebagai legislator dari Partai Golkar.
Saat ini, ia memegang jabatan strategis sebagai Ketua Komisi XI DPR RI, yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan.
Baca Juga: DPR Kunker ke Australia Saat Demo, Misbakhun Malah Daftar Sydney Marathon 2025? Ini Klarifikasinya
- Nama Lengkap: Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H.
- Partai: Partai Golongan Karya (Golkar)
- Jabatan: Anggota DPR RI / Ketua Komisi XI
- Lahir: Pasuruan, 29 Juli 1970
- Pendidikan: STAN, Universitas Trisakti (S1 & S3), Universitas Gadjah Mada (S2)
Kronologi Dugaan Partisipasi di Sydney Marathon
Isu ini mencuat ketika nama Misbakhun ditemukan terdaftar sebagai peserta Sydney Marathon 2025 dengan nomor pendaftaran 12132.
Kabar ini dengan cepat menyebar, mengingat pada saat yang bersamaan, ribuan warga turun ke jalan di Jakarta untuk menyuarakan protes terhadap berbagai kebijakan, termasuk kenaikan tunjangan DPR.
Misbakhun sendiri membantah bahwa tujuannya ke Australia adalah untuk mengikuti maraton. Ia mengklaim perjalanannya merupakan bagian dari kunjungan kerja resmi Komisi XI DPR RI.
Menurutnya, agenda di Australia adalah untuk bertemu dengan berbagai pihak, termasuk Dubes RI, mahasiswa LPDP, dan lembaga keuangan setempat.
"Tidak ada agenda ke Sydney Marathon atau agenda lain selain rapat,” tegas Misbakhun.
Namun, bantahan itu seolah dimentahkan oleh bukti digital. Warganet menemukan dan menyebarkan tangkapan layar dari aplikasi pelacak kebugaran Strava yang diduga milik Misbakhun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu