“Kalau Chromebook hanya untuk ujian online saja. Itu sudah dipakai untuk ujian. Itu hanya bisa diakses kalau ada jaringan internet,” katanya.
Dalam Chromebook tersebut hanya tiga aplikasi yang bisa digunakan yaitu Google Chrome, Canva dan aplikasi untuk Screenshoot gambar.
“Kalau office itu tidak ada. Kalau kita mau akalin ya harus pakai jaringan internet,” tegas Jauhari.
Dengan adanya kasus ini, SMA Negeri 4 Mataram sudah dipanggil kejaksaan tinggi untuk dimintai surat berita acara serah terima (BAST).
Selain itu, pihak sekolah juga membawa satu unit cromebook.
“Merek yang kita dapat itu Axio. Tidak ada yang bilang untuk penarikan. Kita lihat perkembangannya saja,” katanya.
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada surat untuk penarikan Chromebook dari sekolah. Apakah nantinya akan ditarik atau tidak dengan adanya kasus yang berkembang saat ini.
“Kita itu butuhnya komputer. Idealnya butuh 36 unit sesuai dengan jumlah siswa. Tapi yang kita punya sekarang hanya 17 unit PC komputer jadi masih kurang,” katanya.
Kontributor Buniamin
Baca Juga: Nadiem Makarim Terseret Kasus Korupsi, Ini Kelebihan dan Kekurangan Laptop Chromebook
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi
-
Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City
-
Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis
-
Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia
-
Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat
-
Muncul Rumor Dua Jenderal Ikut Geruduk Polda Metro Jaya, TNI Buka Suara
-
Qodari: Pemilihan Logo HUT ke-81 RI Cerminkan Perhatian Pemerintah dalam Hormati Pilihan Publik
-
Militer Israel Rudal Nobar Piala Dunia 2026 di Gaza, Satu Pekerja Kemanusiaan Tewas
-
Habiburokhman Dukung Polri Usut Kasus Korupsi Batubara: Siapapun Terlibat Harus Tanggung Jawab!