- Subhan Palal menggugat keabsahan ijazah Gibran dengan tujuan agar Gibran mundur dari jabatan wakil presiden
- Bara JP menilai tuntutan tersebut berisiko menimbulkan kekacauan politik dan anarkisme
- David Pajung menegaskan hasil pemilu harus dihormati karena sudah diverifikasi KPU dan MK
Suara.com - Penggugat keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Subhan Palal, secara terbuka mengungkapkan bahwa tujuan akhir dari gugatannya adalah agar Gibran mundur dari jabatannya.
Tuntutan tersebut pun memicu kekhawatiran terjadinya kericuhan ruang politik jika berhasil.
“Mudah-mudahan dalam mediasi nanti, Pak Gibran ini mundur, Pak,” ujarnya, melalui kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (18/9/2025).
Bagi Subhan, pengunduran diri sang wakil presiden, dipandang akan menjadi solusi cepat.
“Semua kerusuhan saya yakin selesai,” tambah Subhan.
Akan tetapi, pandangan Subhan ditentang keras oleh David Pajung, Wakil Ketua Umum Bara JP.
Ia menyuarakan kekhawatiran serius tentang dampak besar yang bisa saja terjadi, jika tuntutan tersebut dipenuhi.
Menurutnya, hal itu dapat menciptakan acuan di mana setiap warga negara yang tidak puas dapat menggugat hasil pemilu yang sudah final, yang pada akhirnya dapat memicu anarkisme, dimana ketiadaan hukum yang menjadi rujukan.
“Ini akan menjadi kekisruhan politik. Kalau semua 270 juta warga pengen maunya jadi, kisruh republik ini,” tegas David, mengungkapkan keresahannya.
Baca Juga: Narasi Prabowo - Gibran Dua Periode Disorot: Orientasi Kekuasaan Jauh Lebih Dominan?
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Subhan menilai hal itu bukan lagi menjadi tanggung jawabnya.
“Berarti klo kita ngebayangin kan harus ke politik, Pak. Itu kerjaan politik Pak,” jawab Subhan.
Sebelumnya, David menekankan bahwa seluruh proses verifikasi administratif dan faktual telah dilakukan oleh lembaga yang berwenang, seperti KPU dan MK, seharusnya dihormati oleh semua pihak untuk menciptakan ketertiban.
"Kita harus hormat pada semua lembaga yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk melaksanakan itu supaya terjadi ketertiban hukum, ketertiban politik," ucap David.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Berita Terkait
-
Satire Berkelas Wisudawan Rayakan Kelulusan Sambil Pegang Ijazah: Jokowi Mana Bisa Gini
-
Usai Kunjungan Gibran, Kemendagri Janji Perbaiki Program Kesehatan dan Pendidikan di Papua!
-
Dampingi Wapres Gibran ke Papua, Wamendagri Ribka Akan Segera Tindak Lanjuti Hasil Kunjungan
-
Surat Pemakzulan Gibran Tidak Mendapat Respons, Soenarko Curigai Demo Rusuh Upaya Pengalihan Isu
-
Beda Jauh dari Mahfud, Kenapa KPU Tak Cantumkan Pendidikan Terakhir Gibran?
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Panglima TNI Diminta Terangkan Status Siaga 1 Secara Transparan Agar Tak Picu Spekulasi Publik
-
BGN Ancam Putus Kontrak Pengelola Dapur MBG yang Hanya Berorientasi Bisnis
-
Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis
-
Karhutla: 10 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Anjongan, Api Sempat Mendekati Bangunan Warga
-
Banjir Genangi Tol JakartaTangerang KM 24, Akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat Sempat Ditutup
-
Belajar dari Kasus Delpedro, Yusril Minta Aparat Hati-hati Tangkap Orang
-
BGN Beri Tenggat 30 Hari: SPPG Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Siap-siap SUSPEND!
-
Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Pemkot Tetapkan Status Siaga
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Kebakaran Pasar Darurat di Blora Hanguskan Sembilan Kios dan Satu Rumah, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar