1. Konflik tidak berkesudahan di wilayah Sagaing
Peristiwa ini terjadi di Desa Bon To, letaknya sekitar 90 kilometer Barat Mandalay. Daerah ini merupakan kota terbesar kedua Myanmar. Sekarang wilayah tersebut sudah dikuasai kelompok perlawanan seperti Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF).
Pasukan sukarelawan kini mengelola administrasi lokal Sagaing, yang merupakan area pusat pertempuran sengit antara tentara Junta dan kelompok anti kudeta.
Adanya perang saudara di Myanmar dipicu tindakan militer yang berani menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021.
Acara Festival Thadingyut bukan sekedar perayaan keagamaan, melainkan bentuk demonstrasi damai, guna menuntut pembebasan tahanan politik.
Sagaing merupakan simbol perlawanan rakyat terhadap Junta, dengan dukungan kelompok PDF yang turut melakukan serangan pada pasukan pemerintah.
2. Bom paramotor
Serangan bom menggunakan paramotor maupun paraglider bermesin bisa jadi masih asing di telinga kita. Namun, hal itu tidak berlaku untuk masyarakat Myanmar.
Dalam setahun terakhir ini, militer Myanmar menggunakan kendaraan udara kecil untuk membawa mortir dan aneka bahan peledak ke beberapa wilayah seperti Sagaing, Rakhine, Chin.
Baca Juga: Polisi Klaim Ledakan Dahsyat di Gedung Nucleus Farma Tangsel Bukan Bom, Lalu Apa?
Selain itu, paramotor ternyata bisa membawa serta tiga orang beserta amunisi yang dibutuhkan untuk melakukan serangan dahsyat di beberapa wilayah target.
Karena frekuensi serangan sering terjadi, warga setempat sampai hafal suara paraglider bermesin, mirip dengan suara gergaji mesin. Kalau sudah mendengar, mereka otomatis sibuk cari tempat perlindungan paling aman.
Sayangnya, saat malam tragis tersebut, warga cenderung tidak menyadarinya, karena doa dan nyanyian yang berasal dari pengeras suara sangat keras.
3. Respons Organisasi Internasional
Serangan udara menggunakan paramotor bermesin dikecam keras oleh organisasi hak asasi manusia Amnesty International.
Serangan tidak manusiawi tersebut, menurut Amnesty, merupakan suatu sinyal darurat, supaya warga sipil segera mendapat perlindungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia