- Pramono menegaskan dirinya hanya akan menjabat sebagai gubernur selama satu periode.
- Politikus PDIP itu menceritakan perjalanan panjang kariernya di pemerintahan yang dimulai sejak usia muda.
- Pramono mengaku tidak pernah bermimpi menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan dirinya hanya akan menjabat sebagai gubernur selama satu periode.
Politikus PDI Perjuangan itu mengaku sudah terlalu lama berkecimpung di dunia pemerintahan.
“Saya target saya pengin jadi gubernur satu periode. Tetapi saya memutuskan, benar satu periode dan berhenti. Saya sudah jadi pejabat terlalu lama banget. 25 tahun enggak pernah putus. Tambah 5 tahun jadi gubernur sudah 30 tahun. Sudahlah,” kata Pramono dalam acara Top Team Workshop Bank BTN di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2025).
Pramono menceritakan perjalanan panjang kariernya di pemerintahan yang dimulai sejak usia muda.
Ia sempat menjadi Sekretaris Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri di usia 34 tahun, kemudian Sekretaris Presiden di usia 35 tahun, hingga dipercaya menjabat Sekretaris Kabinet pada era Presiden Joko Widodo.
“Ketika umur 34 tahun saya sudah menjadi sekretaris wakil Presiden Megawati. Umur 35 menjadi sekretaris Presiden Megawati. Dua periode saya menjadi sekretaris kabinet di era Presiden Jokowi. Baru kemudian terakhir saya menjadi gubernur,” ujarnya.
Pramono mengaku tidak pernah bermimpi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia menyebut keputusannya maju dalam pemilihan gubernur murni karena panggilan tanggung jawab, bukan ambisi pribadi.
“Saya sebagai Gubernur Jakarta, terus terang saya tidak pernah bermimpi dan tidak pernah berkeinginan sama sekali. Ketika saya ditunjuk menjadi calon gubernur, surveinya 0 persen. Semua orang bilang, ‘Lu gila mau menerima ini?’ Bahkan saya sendiri sempat berpikir begitu,” ucapnya.
Meski demikian, Pramono menekankan kerja keras dan disiplin menjadi kunci utama dirinya mampu bertahan dan membuktikan hasil nyata selama bertahun-tahun di pemerintahan.
Baca Juga: Soal Pemangkasan Dana Transfer, Pramono Pilih Cari 'Creative Financing' Ketimbang Protes ke Kemenkeu
“Satu kata kunci adalah kerja keras, disiplin, dan orang itu harus fokus pada apa yang diinginkan,” katanya.
Lebih lanjut, Pramono juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan kolaboratif. Ia menegaskan tidak membawa satu pun aparatur dari luar untuk menempati posisi strategis di Pemprov DKI Jakarta.
“Saya tidak membawa satu orang pun ASN dari luar untuk posisi-posisi jabatan strategis. Enggak ada yang saya bawa dari luar, satu pun enggak ada,” tegasnya.
Menurut Pramono, kebijakan itu membuat lingkungan kerja di Balai Kota menjadi lebih tenang dan solid. Ia juga menekankan pentingnya disiplin waktu sebagai bagian dari budaya kerja baru.
“Saya memang orang yang selalu datang 5 menit sebelum acara. Karena itulah yang mengubah culture kita. Percuma kita berteori kalau tidak bisa mendisiplinkan waktu,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Biaya Sewa Kios Pasar Pramuka Naik 4 Kali Lipat, Pramono Anung Janji Tak Ada Penggusuran!
-
Ragunan Buka hingga Malam Hari, Pramono Anung: Silakan Pacaran Baik-Baik
-
Ragunan Uji Coba Buka Malam Mulai Akhir Pekan Ini, Gubernur Pramono: Boleh Olahraga hingga Pacaran
-
Soal Pemangkasan Dana Transfer, Pramono Pilih Cari 'Creative Financing' Ketimbang Protes ke Kemenkeu
-
Rencana Terbitkan Obligasi Belum Bisa Dilaksanakan, Pramono Anung Tunggu Arahan Pusat
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina