- Ibunda Nadiem Makarim, Atika Algadri, secara emosional membela putranya dan menyebut nama Tom Lembong serta Hasto Kristiyanto sebagai contoh lain dari perlakuan hukum yang dianggapnya tidak adil
- Hakim tunggal PN Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan Nadiem Makarim, sehingga statusnya sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Chromebook yang ditetapkan Kejaksaan Agung tetap sah
- Keluarga Nadiem, termasuk ayahnya Nono Anwar Makarim, menyatakan kekecewaan atas putusan tersebut namun berjanji akan terus berjuang untuk membuktikan Nadiem tidak bersalah
Suara.com - Suasana haru menyelimuti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat ibunda mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, meluapkan isi hatinya. Atika Algadri, dengan suara bergetar, menyuarakan kekecewaannya setelah hakim menolak permohonan praperadilan yang diajukan putranya terkait status tersangka kasus korupsi pengadaan Chromebook.
Dengan nada tegas, Atika tidak hanya membela Nadiem, tetapi juga menyinggung tokoh politik lain yang menurutnya mengalami perlakuan serupa. Ia menyebut nama mantan Kepala BKPM Tom Lembong dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai contoh lain dari perlakuan hukum yang dianggapnya tidak adil.
"Nadiem hanya salah satu contohnya, sebab terlalu banyak orang-orang lain yang diperlakukan seperti ini. Ada Pak Hasto, Tom Lembong, banyak sekali. Minta dibantu doanya aja," kata Atika usai sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025).
Bagi Atika, Nadiem adalah korban. Ia meyakini putranya telah menjalankan amanah sebagai menteri dengan integritas tinggi, jauh dari tuduhan korupsi yang kini menjeratnya. Keyakinan seorang ibu ini terpancar kuat saat ia menjamin kebersihan rekam jejak Nadiem selama mengabdi untuk negara.
"Kami tahu bahwa anak kami bersih menjalankan seluruh pekerjaannya, kariernya itu dengan prinsip-prinsip itu. Prinsip-prinsip moral dan kejujuran dan kebaikan yang teguh untuk nusa dan bangsa," ucap Atika sebagaimana dilansir Antara.
Di sisi lain, ayah Nadiem, Nono Anwar Makarim, juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas putusan hakim. Meski begitu, ia berjanji akan terus berdiri di samping putranya dan berjuang untuk membuktikan kebenaran. Nono juga mengungkapkan kekagumannya pada kekuatan mental Nadiem dalam menghadapi proses hukum yang berat ini.
"Untung sekali bahwa Nadiem berdiri kuat sekali sampai hari ini, dia bisa bertahan lama kuat sekali," ucap Nono.
Sebelumnya, hakim tunggal I Ketut Darpawan secara resmi menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Nadiem Makarim.
Keputusan ini mengukuhkan status Nadiem sebagai tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019-2022.
Baca Juga: Praperadilan Ditolak, Orang Tua Nadiem Kecewa Berat: Anak Kami Bersih, Ini Mematahkan Hati
Kejagung menduga Nadiem, saat menjabat sebagai menteri pada tahun 2020, telah merencanakan penggunaan produk Google untuk pengadaan alat TIK kementerian, padahal proses pengadaan itu sendiri belum dimulai.
Atas perbuatannya, Nadiem dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Berita Terkait
-
Praperadilan Ditolak, Orang Tua Nadiem Kecewa Berat: Anak Kami Bersih, Ini Mematahkan Hati
-
Hati Orang Tua Nadiem Hancur, Ayah Bersumpah Terus Berjuang: Proses Ini Mesti Dilalui Panjang
-
Tidak Menyerah, Tim Hukum Siapkan Bukti Baru: Ada Hak Konstitusional Nadiem yang Belum Terpenuhi
-
Nadiem Makarim Kalah Telak, Praperadilan Ditolak, Kejagung Lanjutkan Sikat Korupsi Chromebook
-
Praperadilan Ditolak, Kejagung Tegaskan Penahanan Nadiem Makarim Sah Secara Hukum
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat