Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk. Ia mendorong ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tengah masyarakat melalui program Gerakan Masyarakat Punya APAR (GEMPAR). Melalui kebijakan ini, Pramono ingin memastikan setiap warga memiliki kemampuan dan akses untuk melakukan pencegahan dini.
“Saya telah menandatangani Ingub Nomor 5 Tahun 2025 tentang GEMPAR. Ini dilakukan karena kita tahu, di Jakarta ini banyak sekali daerah yang padat penduduk, sehingga ketika terjadi kebakaran, alat pemadam kebakaran yang besar kerap kesulitan masuk ke wilayah tersebut," ujar Pramono dalam keterangannya, dikutip Rabu (22/10/2025).
"Untuk itu, kita perlu meningkatkan ketersediaan APAR di lingkungan padat penduduk,” lanjutnya.
Program GEMPAR merupakan implementasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Provinsi DKI Jakarta. Program ini mengajak masyarakat aktif memiliki dan terampil mengoperasikan APAR agar dapat melakukan pemadaman dini sebelum api membesar.
Sepanjang tahun 2025, lebih dari 598 kebakaran terjadi di Jakarta. Dari jumlah itu, sebanyak 141 kejadian kebakaran dapat diatasi oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa 23 persen kasus kebakaran di Jakarta dapat dipadamkan warga melalui APAR.
“Saat ini kami mendorong agar setiap RT memiliki APAR. Dengan demikian, ini akan menjadi modal awal yang luar biasa di Jakarta, terutama di daerah padat penduduk, seperti di tempat ini, Tambora, Taman Sari, dan sebagainya,” jelas Pramono.
Melalui instruksi tersebut, Gubernur juga meminta seluruh ASN, pegawai BUMD, RT/RW, kader PKK, posyandu, hingga karang taruna agar memiliki APAR di rumah masing-masing.
“Selain itu, kita semua harus memantau apabila terjadi kebakaran, sehingga dapat lebih cepat diketahui dan segera dilakukan penanganan. Semoga di lingkungan kita ini dapat tercipta rasa aman dan nyaman dari ancaman bahaya kebakaran dan bencana lainnya,” tuturnya.
Langkah pencegahan ini berjalan beriringan dengan penguatan fasilitas pemadam kebakaran. Pada Senin (13/102025), Pramono meresmikan Pos Damkar Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.
Baca Juga: BRI Salurkan Dana Rp55 Triliun untuk UMKM, Perkuat Likuiditas dan Ekonomi Nasional
Pos baru ini dibangun di kawasan padat penduduk dengan lebih dari 17 ribu kepala keluarga dan diharapkan mempercepat waktu tanggap petugas jika terjadi kebakaran.
“Kehadiran pos pemadam baru ini diharapkan dapat mempercepat waktu tanggap dan meningkatkan rasa aman masyarakat,” kata Pramono.
Ia menambahkan, wilayah Kebayoran Lama bahkan mencatat nol kejadian kebakaran sepanjang 2025.
“Dengan layanan yang lebih cepat, sigap, dan tepat sasaran, masyarakat akan semakin merasa aman dan terlindungi karena petugas kini bisa hadir lebih sigap dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Pos Damkar tersebut dibangun melalui skema creative financing, hasil kolaborasi antara Pemprov DKI dan PT Pacific Equity Management. Tanah milik Pemprov DKI seluas 301 meter ditukar dengan lahan 600 meter di lokasi baru, yang kemudian dibangunkan pos pemadam, taman bermain anak, dan jalur lingkungan.
“Ini salah satu contoh pos pemadam kebakaran yang dibiayai dengan creative financing. Tanah milik Pemda ditukar dengan lahan yang lebih besar untuk kepentingan publik,” ungkap Pramono.
Berita Terkait
-
BRI Salurkan Dana Rp55 Triliun untuk UMKM, Perkuat Likuiditas dan Ekonomi Nasional
-
TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika
-
Kacang Mete Indonesia Sukses Jadi Camilan Penerbangan Internasional
-
BRIncubator BRI Dukung UMKM Batik Datik Tembus Pasar Fashion Modern
-
TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Longsor di Bandung Barat: 89 Warga Diduga Tertimbun, DPR Desak Basarnas Gerak Cepat
-
Indonesia Siap Beri Pengaruh di Dewan Perdamaian Agar Tetap Menuju Kemerdekaan Palestina
-
Bersama TP PKK, Kasatgas Tito Karnavian Turun Langsung Bantu Warga Terdampak di Aceh Tamiang
-
Menlu Sugiono Sebut Dunia Sambut Positif Pidato 'Prabowonomics', Indonesia Naik Tingkat?
-
AS Ambisi Kuasai Greenland, Bagaimana Sikap Indonesia?
-
Menekraf Resmikan GBTI, Museum Akulturasi Menyusuri Perjalanan Panjang Tionghoa di Indonesia
-
Momen Menarik saat Prabowo Lepas Sarung Tangan Demi Salami dan Beri Koin ke Pengawal Swiss
-
Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi
-
Selebgram Lula Lahfah Tewas Misterius di Kamar Apartemen, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan!
-
Inntip Momen Keakraban Macron Sambut Prabowo di Paris, Ada Pelukan Hangat saat Jamuan Pribadi