- Hasil pemantauan menunjukkan ribuan konten promosi produk tembakau beredar bebas.
- Tim pemantau menggunakan berbagai kata kunci termasuk istilah lokal seperti glinting atau sebat.
- Wida mengatakan konten-konten ini seringkali dikemas seolah tidak berbahaya.
Dari seluruh temuan, rokok konvensional menjadi produk yang paling banyak diiklankan, disusul oleh rokok elektronik atau vape, dan produk daun tembakau linting.
Padahal, YouTube sendiri sebenarnya memiliki Community Guidelines yang melarang promosi barang-barang terlarang, termasuk produk tembakau dan vape. Namun, dalam praktiknya, penerapan aturan ini masih tidak konsisten.
Dari ribuan konten yang ditemukan, 1.600 video dibatasi berdasarkan usia, 11% dihapus oleh YouTube, dan 4 video dihapus oleh pemiliknya. Namun, 15% atau 357 video justru tidak dianggap melanggar, meski jelas menampilkan aktivitas merokok.
“Yang paling banyak tidak dianggap melanggar itu adalah video yang memperlihatkan aktivitas merokok saja,” ungkapnya.
Ironisnya, tiga video dengan format dan isi serupa diperlakukan berbeda oleh YouTube.
“Yang satu dihapus, yang satu dibatasi usianya, tapi yang satu lagi bisa diakses oleh semua umur,” jelasnya.
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
-
Rokok Ilegal Ancam APBN, Ekonom Ingatkan Pengawasan Ketat di Tengah Jeda Kenaikan Cukai
-
YouTube Tambah Fitur Shorts Timer, Biar Gak Kecanduan Scroll Terus
-
Wacana Kebijakan Kemasan Rokok Polos Dinilai Bisa Ganggu Rantai Pasok IHT
-
Lamban Lindungi Rakyat dari Rokok dan Gula, 32 Organisasi Desak Pemerintah Tegakkan PP Kesehatan
-
Berapa Penghasilan Youtube Dedi Mulyadi? Bak Bumi Langit Dibanding Gajinya Sebagai Gubernur Jabar
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
-
Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap
-
KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA
-
KPK Tegaskan Usulan Capres dari Kader Partai Tak Langgar Konstitusi