-
Pelaku pencurian motor berinisial W (31) tewas setelah dihajar massa di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
-
Saat diamankan polisi, W sudah tak sadarkan diri dan meninggal beberapa jam kemudian di RS Polri Kramat Jati.
-
Polisi menemukan kunci letter T dan pistol mainan yang diduga digunakan pelaku untuk menakut-nakuti korban.
Suara.com - Pelaku pencurian kendaraan bermotor atau curanmor, berinisial W (31) tewas usai diamuk massa saat beraksi di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin mengatakan, pihaknya mendapat laporan lewat telepon soal adanya pencurian kendaraan bermotor.
Saat di lokasi, pelaku yang berasal dari Lampung ini sudah menjadi bulan-bulanan warga yang kesal dengan aksi pelaku.
“Pas kami datang, posisi pelaku sudah dihakimi warga, karena sudah lumayan juga tuh kondisinya, langsung kita bawa ke RS Polri Kramat Jati,” kata Aang, saat dikonfirmasi, Selasa (28/10/2025).
Saat itu, lanjut Aang, pelaku juga sudah tidak sadarkan diri. Namun kondisinya masih bernyawa meski kritis.
“Waktu kami datang itu posisi pelaku sudah nggak sadarkan diri. Masih hidup tapi ya sudah babak belur,” jelasnya.
Namun tak lama saat mendapat perawatan di RS Polri, pelaku mengembuskan nafas terakhir.
“Setelah kita bawa langsung ke Kramat Jati (RS Polri), dirawat, beberapa jam kemudian ternyata dinyatakan meninggal. Jadi semalam meninggalnya,” jelas Aang.
Di lokasi petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang biasa digunakan untuk tindakan pencurian, di antaranya kunci letter T.
Baca Juga: Pelaku Curanmor Nyamar Jadi Ojol, Diciduk Polisi Pas Lagi Asyik Bercumbu Sama Kekasih
Selain itu, petugas juga menemukan sepucuk senjata mainan, yang diduga digunakan pelaku untuk menakut-nakuti korbannya.
“Senjata mainan itu ternyata. Memang ada letter T yang dipakai. Tapi pas dicek, ternyata pistol mainan itu,” ujarnya.
“Tapi ya namanya kan warga kan gatau ya, mainan apa asli, taunya itu senjata aja,” imbuhnya menandaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI