- Vara Dwikhandini, rekan kerja diplomat Arya Daru, terungkap 24 kali menginap bersama di hotel sejak awal 2024 hingga Juni 2025.
- Fakta menginap diperoleh penyidik dari resepsionis, keamanan, dan data pemesanan tiket online sebelum Arya ditemukan tewas.
- Kuasa hukum keluarga mendesak Polda Metro Jaya menaikkan kasus kematian Arya Daru ke tahap penyidikan segera.
Suara.com - Nama Vara Dwikhandini memantik perhatian publik di tengah pusaran misteri kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan. Sosoknya kini disorot setelah terungkap fakta mengejutkan bahwa ia tercatat puluhan kali menginap di hotel bersama Arya sebelum sang diplomat ditemukan tewas mengenaskan.
Dari informasi, Vara Dwikhandini diketahui merupakan rekan kerja Arya Daru di Kemlu dan sempat bertemu dengan almarhum beberapa waktu sebelum ditemukan tak bernyawa.
Namun, hubungan keduanya kini dipertanyakan setelah pihak kepolisian membeberkan data yang mencengangkan kepada kuasa hukum keluarga Arya.
Berdasarkan keterangan penyidik, Vara disebut telah 24 kali check in bersama Arya di sejumlah hotel di Jakarta dalam rentang waktu antara awal 2024 hingga Juni 2025.
"Ada sekitar 24 kali lah (check in)," ucap pengacara keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo, di Gedung Polda Metro Jaya pada Rabu (26/11/2025).
Informasi krusial ini, menurut Nicholay, didapatkan penyidik dari hasil pemeriksaan terhadap resepsionis hotel, pihak keamanan, dan data dari platform pemesanan tiket online.
Meski demikian, pihak kuasa hukum enggan berspekulasi lebih jauh mengenai temuan tersebut. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk mendalami motif di balik puluhan pertemuan itu.
Nicholay menegaskan bahwa fokus utama keluarga adalah mengungkap kebenaran di balik kematian Arya yang dinilai penuh kejanggalan.
"Check in itu dalam rangka apa? Dalam mereka berbuat asusila kah? Tidak ada bukti. Tidak ada saksi. Atau untuk orang lain kah? Iya kan? Dan, yang meragukan kami itu adalah proses kematiannya. Apakah check in ini berhubungan dengan kematian? Kalau berhubungan dengan kematian, siapa? Adakah pihak yang merasa dirugikan sehingga membunuh almarhum?" katanya.
Baca Juga: Keluarga Arya Daru Siap Buka Privasi Demi Kebenaran, Termasuk Soal Check In dengan Wanita V
Keluarga Desak Kasus Naik ke Tahap Penyidikan
Dengan terungkapnya fakta baru ini, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya mendesak Polda Metro Jaya untuk segera menaikkan status kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Mereka juga meminta agar penyidik segera melakukan gelar perkara untuk membuat kasus ini lebih terang benderang.
"Masukan-masukan kami kepada pihak penyelidik bahwa kami minta untuk kasus ini dinaikkan dalam tahap penyidikan," ujar Nicholay.
"Sebelum dinaikkan menjadi tahap penyidikan, lakukan gelar perkara," tegasnya.
Sebelumnya, jenazah Arya Daru Pangayunan ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025.
Berita Terkait
-
Keluarga Arya Daru Siap Buka Privasi Demi Kebenaran, Termasuk Soal Check In dengan Wanita V
-
Pengacara Ungkap Arya Daru Pangayunan Check In dengan Wanita V, Minta Kasus Naik Sidik
-
Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru: Tiga Sidik Jari di Lakban Arya Daru Dibiarkan Tanpa Analisis
-
Arya Daru 24 Kali Check In Hotel dengan Rekan Kerja, Polisi Didesak Dalami Jejak Vara!
-
"Jangan Berlindung di Balik Privasi!" Keluarga Arya Daru Tuntut Polisi Terbuka Soal 2 Saksi Kunci
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
-
Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa
-
Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM
-
Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
-
Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta
-
Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?