- Laras Faizati menangis lega setelah sidang kasus dugaan penghasutan di PN Jakarta Selatan pada Kamis (11/12/2025) berkat keterangan saksi ahli.
- Profesor Manneke Budiman, ahli linguistik UI, membedah unggahan Laras yang dituding memprovokasi demonstrasi terkait kematian Affan Kurniawan.
- Kesaksian ahli tersebut dianggap Laras meluruskan intensi unggahannya yang murni didorong oleh rasa kemanusiaan atas peristiwa yang terjadi.
Suara.com - Isak tangis Laras Faizati tak terbendung sesaat setelah ia merampungkan sidang lanjutan kasus dugaan penghasutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). Air matanya tumpah bukan karena putus asa, melainkan karena secercah kelegaan yang datang dari keterangan saksi ahli.
Mengenakan kemeja putih, Laras Faizati tak kuasa menahan emosinya saat digiring kembali ke dalam sel tahanan.
Tangisnya pecah usai mendengarkan kesaksian ahli linguistik dari Universitas Indonesia, Profesor Manneke Budiman, yang ia rasa berhasil mengupas tuntas niat sesungguhnya di balik unggahannya di media sosial.
Dalam persidangan, Manneke Budiman membedah secara rinci makna linguistik dari postingan Laras yang menjadi pangkal perkara.
Mulai dari unggahan yang dituding sebagai provokasi untuk mengajak massa berdemonstrasi, hingga postingan respons atas kematian tragis seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan.
Bagi Laras, penjelasan sang ahli seolah menjadi jawaban atas tudingan provokator yang selama ini dialamatkan kepadanya.
“Hari ini kita mendengarkan ahli profesor Manneke ahli linguistik juga, udah menjelaskan banyak banget hal yang menurut aku itu sangat amat mendeskripsikan intensi aku untuk ngepost semua itu,” kata Laras dengan suara bergetar di PN Jakarta Selatan.
Laras merasa penjelasan Manneke sangat jernih dan berhasil mengembalikan unggahannya ke dalam konteks yang sebenarnya.
Ia menegaskan, konten-konten yang ia unggah murni lahir dari dorongan kemanusiaan yang tersentuh akibat situasi saat itu, terutama adanya korban jiwa yang diduga akibat kebrutalan aparat.
Baca Juga: Ahli Bahasa Sebut Unggahan Laras Faizati Bukan Ajakan Kerusuhan, Ini Analisisnya
“Semua itu harus dijelaskan secara konteks ya, karena saat itu ada kejadian yang sangat amat menyentuh sisi humanis kita, hati nurani kita yaitu dibunuhnya almarhum Affan Kurniawan,” ujarnya.
Selama ini, Laras merasa postingannya sengaja dikeluarkan dari konteks peristiwa yang terjadi, sehingga ia mudah dicap sebagai penghasut. Kesaksian ahli hari ini menjadi titik terang baginya.
“Tapi setelah kesaksian tadi dari Prof Manneke itu sangat amat meluruskan ya intensi aku saat itu,” kata Laras.
Di tengah perjuangannya mencari keadilan, Laras memendam kerinduan yang mendalam untuk segera pulang.
Ia berharap perkaranya lekas usai agar bisa kembali berkarya dan menafkahi keluarganya. Sejak sang ayah meninggal dunia pada 2022, Laras menjadi tulang punggung keluarga bersama adiknya.
“Sara dan adik saya juga tulang punggung di rumah untuk mencukupkan ya kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Ahli Bahasa Sebut Unggahan Laras Faizati Bukan Ajakan Kerusuhan, Ini Analisisnya
-
Tangis Histeris Ibunda Pecah di Pengadilan Usai Praperadilan Delpedro Ditolak
-
Ajak Bakar Mabes Polri, TikTokers Laras Faizati Curhat Lewat Surat di Penjara, Begini Isinya!
-
Ajak Bakar Mabes Polri, Tersangka Laras Faizati Minta Maaf dan Ajukan Keadilan Restoratif
-
Laras Faizati Resmi Ajukan Restorative justice, Ini Alasannya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030
-
Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung
-
Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing
-
Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar
-
Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
-
DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!
-
Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Soal Usulan Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah, Anggota DPR: Jangan Sekadar Pindahkan Kerentanan