- Pemprov Aceh meminta pusat menaikkan bantuan rumah rusak berat dari Rp60 juta menjadi Rp98 juta pada 25 Desember 2025.
- Pemprov juga mendesak percepatan pemulihan sektor produktif seperti sawah dan perkebunan sebelum Ramadhan tiba.
- Menko PMK menyepakati pemulihan ekonomi pascabencana menjadi prioritas serta perhatian khusus calon jemaah haji.
Suara.com - Pemerintah Provinsi Aceh mendesak pemerintah pusat untuk menaikkan nilai bantuan bagi warga terdampak banjir yang rumahnya mengalami rusak berat. Pemprov Aceh meminta agar bantuan yang saat ini sebesar Rp60 juta per unit dinaikkan menjadi Rp98 juta.
Permintaan lugas ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam rapat koordinasi penting bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Kepala BNPB Suhariyanto di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (25/12/2025).
Alasan di balik permintaan ini sederhana: uang Rp60 juta dinilai tidak akan cukup untuk membangun kembali sebuah hunian yang layak.
“Kami memohon agar bantuan rumah layak huni bagi warga yang rumahnya rusak berat dapat ditingkatkan menjadi Rp98 juta. Ini sesuai standar bangunan layak huni Pemerintah Aceh,” kata Fadhlullah di Banda Aceh sebagaimana dilansir Antara.
Fadhlullah menegaskan bahwa angka Rp98 juta bukanlah angka yang muncul tanpa dasar. Nilai tersebut sudah menjadi acuan standar yang selama ini diterapkan oleh pemerintah daerah dalam program pembangunan rumah layak huni di Tanah Rencong.
"Nilai Rp98 juta merujuk pada standar bangunan layak huni yang selama ini diterapkan pemerintah Aceh," ujarnya.
Selain mendesak kenaikan bantuan perumahan, Fadhlullah juga meminta adanya percepatan dalam penanganan sektor-sektor produktif yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
Ia menyoroti pemulihan lahan sawah, tambak, dan perkebunan yang hancur diterjang banjir, serta pembersihan kawasan permukiman dari endapan lumpur.
"Langkah ini penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan, terutama jelang bulan suci Ramadhan," katanya.
Baca Juga: Begini Update Kelistrikan di Aceh, Sudah Menyala Semua?
Menanggapi permintaan tersebut, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pemerintah pusat sepakat penanganan bencana tidak boleh hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Pemulihan ekonomi masyarakat menjadi prioritas berikutnya.
“Selain kebutuhan dasar, kita juga perlu memikirkan bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh kembali. Jika situasi di lapangan belum memungkinkan, status kedaruratan bisa diperpanjang,” kata Pratikno.
Pratikno juga memastikan pemerintah pusat memikirkan kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa serta akan memberikan perhatian khusus bagi calon jemaah haji dari wilayah terdampak banjir.
“Untuk jamaah haji dari wilayah terdampak banjir, kita koordinasikan dengan lembaga pengelola haji agar tidak diberlakukan standar yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa dampak banjir di Aceh masih sangat luas. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah masih berstatus tanggap darurat.
Terkait penanganan rumah rusak berat, Suharyanto menjelaskan ada dua skema yang disiapkan. Warga yang bisa menumpang di rumah kerabat akan diberikan bantuan biaya hidup bulanan per kepala keluarga.
Berita Terkait
-
Konser HUT ke-42 Slank Jadi Aksi Kemanusiaan: Keuntungan Didonasikan untuk Korban Bencana Sumatra
-
Begini Update Kelistrikan di Aceh, Sudah Menyala Semua?
-
Hampir Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Tamiang Masih Berkubang Lumpur dan Menahan Lapar
-
BNI Turut Dampingi Anak-Anak Korban Banjir di Aceh Tenggara Lewat Trauma Healing
-
BNPB: Rumah Korban Bencana Aceh dan Sumatera Dilengkapi Sertifikat Tanah Resmi
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully
-
KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama
-
Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen
-
Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
-
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat
-
H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!