- Terdakwa Laras Faizati memohon dibebaskan dari dakwaan penghasutan saat membacakan pledoi di PN Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
- Laras berargumen tindakannya adalah hak bersuara merespons kematian pengemudi ojek online dilindas kendaraan aparat pada Agustus 2025.
- Ia menyoroti dampak kriminalisasi seperti teror psikis, doxing, serta kegagalan negara melindungi hak berekspresi warga negara.
Suara.com - Terdakwa kasus dugaan penghasutan kerusuhan demonstrasi Agustus 2025, Laras Faizati, memohon dibebaskan dari seluruh dakwaan saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Dalam nota pembelaannya, Laras menegaskan bahwa dirinya hanya menggunakan hak bersuara untuk merespons kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan rantis aparat kepolisian.
Di hadapan majelis hakim, Laras menggambarkan beban berat yang harus ditanggung dirinya dan keluarga sejak kasus ini bergulir.
Ia menyebut ekspresi duka, kemarahan, dan solidaritas yang ia sampaikan justru berujung kriminalisasi, teror psikis, hingga perampasan privasi.
“Saya dan keluarga saya harus menanggung semua beban ini hanya karena saya merespon dan mengekspresikan kekecewaan, kemarahan, kesedihan, dan bela sungkawa saya atas sebuah peristiwa yang memilukan dan atas ketidakadilan,” kata Laras.
Ia menuturkan, rumah keluarganya direkam dan disebarluaskan tanpa izin, sementara data pribadinya tersebar akibat doxing. Situasi tersebut membuat keluarganya hidup dalam ketakutan dan kecemasan berkepanjangan.
“Sehingga saya dan keluarga saya harus menanggung beban psikis, merasa ketakutan dan kecemasan yang berlebihan karena merasa tidak aman dan privasi kami seakan tidak ada harganya,” ujarnya.
Dalam pledoi itu, Laras juga menyinggung kondisi keluarganya yang telah kehilangan sosok ayah. Ia menegaskan bahwa tekanan mental yang dialami semakin berat karena tidak ada lagi figur pelindung di rumah.
Laras kemudian menarik benang merah antara dirinya dan almarhum Affan Kurniawan. Ia menyebut keduanya sama-sama warga biasa yang harus menanggung akibat dari ketidakadilan.
Baca Juga: Pledoi Laras Faizati Getarkan Ruang Sidang, Disambut Isak Tangis dan Tepuk Tangan
“Almarhum Affan Kurniawan adalah seorang masyarakat biasa, saya juga. Beliau adalah pekerja keras, seorang tulang punggung keluarga, saya juga,” tutur Laras.
Ia menyebut Affan sebagai pemuda dengan masa depan panjang, sebagaimana dirinya. Laras bahkan menyinggung profesi Affan sebagai pengemudi ojek online yang jasanya ia hargai dan butuhkan, sembari menegaskan empatinya sebagai anak yang juga telah kehilangan ayah.
“Saya tahu betul rasa sedih dan sakit hati yang mendalam ketika kehilangan anggota keluarga,” katanya.
Dalam bagian lain pledoi, Laras mengkritik tajam kondisi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, negara gagal melindungi hak berekspresi warga negara.
“Jika negara demokrasi ini dan hukum di negara ini mengharuskan saya untuk diam, menginginkan saya untuk tidak menggunakan hati nurani saya dan membungkam suara yang saya keluarkan untuk merespon akan suatu ketidakadilan yang terjadi di depan mata saya, maka keadilan dan demokrasi di negara ini benar-benar telah pudar,” ucap Laras.
Ia mempertanyakan posisi masyarakat ketika aparat yang seharusnya melindungi justru melakukan kekerasan.
Berita Terkait
-
Pledoi Laras Faizati Getarkan Ruang Sidang, Disambut Isak Tangis dan Tepuk Tangan
-
Potret Laras Faizati di Balik Jeruji: Memegang Secarik Kertas dan Doa Ibu Jelang Sidang Pembelaan
-
Masuk Dakwaan, 80 Konten Instagram Ini Jadi Senjata Jaksa Jerat Aktivis Delpedro Marhaen Cs
-
Delpedro Dkk Orasi Hingga Bagi Mawar ke Jaksa Sebelum Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Penghasutan
-
Bela Laras Faizati, 4 Sosok Ini Ajukan Diri Jadi Amicus Ciriae: Unggahan Empati Bukan Kejahatan!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Dapat Perlawanan Sengit, Timnas Indonesia Sikat Kazakhstan 3-0
-
Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman
-
Tanpa Jarum dan Operasi, Ini Rahasia Kencang Kulit Yuni Shara di Usia Setengah Abad
-
Rilis Bloody Paradise: ENHYPEN Temukan Surga di Tengah Kekacauan Dunia
-
Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Pemerintah: Insyaallah Gak Perlu Satgas Khusus
-
Carlos Espi Jadi Pahlawan Kemenangan Real Madrid, Jose Mourinho: Kami Beruntung
-
Viral Kembalikan Uang COD Rp92 Juta, Kurir Syarif Dapat Apresiasi Renovasi Rumah oleh SPX