- Operasi militer AS di Venezuela diperkirakan tidak berdampak signifikan langsung pada ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.
- Dampak tidak langsung mungkin terjadi pada sektor energi; penurunan harga minyak akibat konflik bisa menguntungkan Indonesia.
- Intervensi ini merupakan upaya AS mengamankan Amerika Latin sesuai doktrin lama demi kepentingan geopolitik dan sumber daya alam.
Suara.com - Operasi militer kilat Amerika Serikat terhadap Venezuela dinilai tidak membawa dampak signifikan bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia, dalam jangka pendek.
Meski demikian, perkembangan situasi di Venezuela tetap berpotensi memengaruhi dinamika ekonomi global, khususnya sektor energi.
Pengajar Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Rochdi Mohan Nazala, mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dengan Venezuela relatif kecil.
Menurutnya, nilai ekspor-impor kedua negara tidak cukup besar untuk memicu dampak langsung terhadap perekonomian nasional.
"Saya kira tidak terlalu berimplikasi dengan Indonesia," kata Rochdi saat dihubungi, Senin (5/1/2026).
Rochdi menambahkan, kecilnya ketergantungan perdagangan membuat Indonesia relatif aman dari gejolak ekonomi akibat ketegangan Amerika Serikat dan Venezuela.
Namun, ia menyebut satu sektor yang berpotensi memberi efek tidak langsung adalah minyak bumi.
Rochdi bilang, jika konflik tersebut berujung pada peningkatan produksi minyak global, Indonesia justru berpeluang menikmati dampak positif berupa penurunan harga energi.
Kondisi tersebut dinilai bisa membantu pergerakan ekonomi nasional. Meski dampaknya tidak serta-merta dirasakan.
Baca Juga: Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas
"Kalau misalnya minyak bumi kemungkinan besar makin turun, ya kita akan menikmatinya," tuturnya.
Meski demikian, Rochdi menegaskan bahwa penurunan harga minyak tidak kemudian berdiri sendiri. Menurutnya, Amerika Serikat tetap menjadi aktor utama yang menentukan sejauh mana dampak tersebut dirasakan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
"Siapa yang paling menikmati itu nanti tentu saja tetap Amerika akan menentukan," imbuhnya.
Pola Intervensi Lama AS
Lebih luas, Rochdi menjelaskan bahwa intervensi Amerika Serikat di Venezuela merupakan bagian dari pola geopolitik lama untuk mengamankan kawasan Amerika Latin sebagai wilayah strategis.
Venezuela dipandang sebagai titik penting karena posisinya yang dekat dengan rival global Amerika Serikat, terutama Rusia.
Berita Terkait
-
Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel Setelah Trump Culik Maduro
-
Operasi Kilat Militer Amerika Serikat, Ini 5 Fakta Penangkapan Presiden Venezuela
-
Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?
-
Krisis Venezuela-Amerika Serikat dan Persimpangan Kebijakan FIFA Imbas Ulah sang Anak Emas
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia
-
Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia
-
Periksa Saksi Kasus Pemerasan TKA, KPK Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto
-
Prabowo: Hoaks dan Manipulasi AI Bisa Ganggu Stabilitas Negara, 100 Orang Saja Bisa Bikin Gaduh
-
Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang
-
Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel
-
Eks Pimpinan KPK: RUU Perampasan Aset Jangan Sasar 'Pedagang Pecel Lele', Fokus ke Pejabat Korupsi
-
Soroti RUU Perampasan Aset, Eks Pimpinan KPK: Harus Ada Pidana Asal, Jangan Main Rampas