- Operasi militer AS di Venezuela diperkirakan tidak berdampak signifikan langsung pada ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.
- Dampak tidak langsung mungkin terjadi pada sektor energi; penurunan harga minyak akibat konflik bisa menguntungkan Indonesia.
- Intervensi ini merupakan upaya AS mengamankan Amerika Latin sesuai doktrin lama demi kepentingan geopolitik dan sumber daya alam.
Intervensi ini sejalan dengan Monroe Doctrine, yakni doktrin lama Amerika Serikat yang memprioritaskan stabilitas dan kepentingannya di kawasan Amerika Latin.
Dalam hal ini untuk mengamankan kawasan yang dianggap sebagai 'halaman belakangnya' dari Amerika Serikat.
"Ini merupakan bagian daripada trennya Amerika Serikat untuk mengamankan backyard atau halaman belakangnya," tandasnya.
Selain itu, operasi militer itu tak terlepas dari posisi Venezuela yang strategis dengan kekayaan sumber daya alamnya. Tidak hanya minyak bumi, tetapi berbagai mineral penting.
Dalam jangka panjang, penguasaan jalur distribusi dan produksi sumber daya tersebut dinilai dapat memengaruhi peta ekonomi global.
"Venezuela juga mempunyai cadangan yang luar biasa, tidak hanya minyak," ungkapnya.
Tak Berpotensi Perang Besar
Terkait potensi konflik militer yang lebih luas, Rochdi menilai eskalasi besar hingga perang terbuka kecil kemungkinannya.
Menilik pengalaman sejarah, intervensi Amerika Serikat di Amerika Latin jarang berujung pada konflik berkepanjangan yang berdampak luas ke kawasan lain.
Baca Juga: Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas
"Saya kira tidak akan menjadi perang besar," tandasnya.
Sementara itu, kemungkinan Rusia yang akan ikut melakukan intervensi militer langsung pun disebut masih terbatas.
Rochdi menilai fokus Rusia saat ini lebih tertuju pada kawasan perbatasannya sendiri. Sehingga dampak terhadap stabilitas Asia dan Indonesia diperkirakan tetap minimal dalam waktu dekat.
"Rusia tidak sekuat Soviet dulu, jangkauan permainan geostrategi atau militernya tidak sejauh Uni Soviet. Saya kira Rusia juga memiliki kelemahan yang signifikan sekarang," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel Setelah Trump Culik Maduro
-
Operasi Kilat Militer Amerika Serikat, Ini 5 Fakta Penangkapan Presiden Venezuela
-
Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?
-
Krisis Venezuela-Amerika Serikat dan Persimpangan Kebijakan FIFA Imbas Ulah sang Anak Emas
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Dugaan Markup Harga Telur hingga Judi Online, BGN Mulai Bersih-Bersih SPPG
-
Cari Laptop Rp5 Jutaan? Infinix XBOOK B15 Punya Banyak Kejutan dan Layak Dilirik
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Dapat Perlawanan Sengit, Timnas Indonesia Sikat Kazakhstan 3-0
-
Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman
-
Tanpa Jarum dan Operasi, Ini Rahasia Kencang Kulit Yuni Shara di Usia Setengah Abad
-
Rilis Bloody Paradise: ENHYPEN Temukan Surga di Tengah Kekacauan Dunia