- Polresta Yogyakarta menggerebek markas dugaan sindikat penipuan online internasional di Sleman pada Senin (5/1/2026) siang.
- Lokasi penggerebekan beralamat di Jalan Gito Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, dengan nama kantor terpasang Altair TS.
- Polisi membawa sejumlah orang dan kendaraan menggunakan truk pasca penggerebekan; kasus masih didalami kepolisian.
Suara.com - Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi markas sindikat penipuan online atau scam jaringan internasional di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penggerebekan tersebut dilakukan pada Senin (5/1/2026) kemarin. Aksi penggerebekan itu menggegerkan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, sudah tidak ada aktivitas dari kantor pada Selasa (6/1/2025) usai digerebek polisi kemarin.
Terlihat hanya ada papan nama kantor yang tertempel di dinding yakni Altair TS.
Sejumlah warga mengaku terkejut dengan penggerebekan itu.
Saksi mata bernama Jesica (22) mengatakan aparat mulai berdatangan sejak siang hari dan aktivitas penggerebekan berlangsung hingga sore.
Disampaikan Jesica, aparat datang dengan dua truk, dua mobil polisi, serta beberapa motor. Ia melihat sejumlah orang dibawa menggunakan truk keluar dari kantor tersebut.
Selama ini, ia hanya mengetahui tempat itu ramai oleh anak-anak muda yang disebut bekerja sebagai admin.
"Motor sama orang-orang dari kantor itu dibawa," kata Jesica ditemui Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Resmi Cabut Laporan, Inara Rusli Pilih Patuh sebagai Istri Insanul Fahmi
Jesica menuturkan, aktivitas di bangunan itu terkesan tertutup. Dari luar, sesekali para pekerja hanya terlihat duduk sambil memainkan ponsel.
Ia menyebut karyawan berpakaian bebas dan sebagian besar masih berusia muda. Kantor itu pun disebut beroperasi selama 24 jam.
"Kalau pas saya tanya itu kerjanya jadi admin. Kalau pada nongkrong di situ pada sambil mainan hp terus," ujarnya.
Warga lain berinisial N mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan sejak siang hari polisi sudah terlihat memantau lokasi dan kondisi saat penggerebekan berlangsung cukup ramai.
Ia menuturkan bahwa para pekerja biasanya memarkir motor dan mobil di depan lokasi. Para pekerja itu hampir masuk setiap hari.
Namun pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas di dalam. Dia hanya mendengar dari warga sekitar bahwa mereka bekerja sebagai customer service atau admin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRImo Taiwan Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital untuk PMI
-
Pemkab Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Sisi Barat dan Timur, Buka Lapangan Kerja
-
Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja
-
Sumatra Dikepung 2.894 Hotspot! Prabowo Turun ke Riau Pimpin Penanganan Karhutla
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI
-
Mengapa Nasi Cepat Kering di Bagian Atas Rice Cooker? Ini Penyebab dan Solusinya
-
AS Siapkan Sanksi Brutal, Iran Ancam Tak Biarkan 1 Tetes Minyak Keluar dari Selat Hormuz
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690
-
Yang Tersisa Usai Api Melalap Desa Adat Sade
-
Negara Tetangga Belum Kirim Nota Protes Meski Karhutla Kian Meluas