- Tumpukan sampah setinggi dua meter di Jalan Otista Raya, Ciputat, menyebabkan kemacetan parah dan polusi udara harian bagi warga.
- Status tanggap darurat sampah di Tangerang Selatan telah berakhir (5 Januari 2026) tanpa perpanjangan sambil menunggu evaluasi menyeluruh.
- Pemkot Tangsel sedang mempercepat penataan TPA Cipeucang dan merencanakan solusi jangka panjang berbasis teknologi pengelolaan sampah energi.
Suara.com - Pemandangan tak sedap dan aroma busuk yang menyengat kembali menjadi horor harian bagi warga dan pengendara yang melintasi Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).
Timbunan sampah setinggi lebih dari dua meter kini menggunung, tumpah hingga memakan bahu jalan dan memicu kemacetan parah di salah satu urat nadi lalu lintas Tangsel tersebut.
Kondisi ini memaksa kendaraan merayap, menciptakan simpul kemacetan yang sulit terurai, terutama pada jam-jam sibuk.
Bukan hanya soal waktu yang terbuang, kualitas udara di sekitar lokasi pun tercemar parah akibat bau busuk dari tumpukan sampah yang membusuk di bawah terik matahari.
Ilham (40), seorang pengendara yang setiap hari berjibaku dengan situasi ini, mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi pada pagi hari saat volume kendaraan memuncak.
"Kalau pagi saat orang-orang pada masuk kerja arus lalu lintas tersendat karena sebagian jalannya tertutup sampah," ucapnya, Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan, penderitaan pengendara diperparah dengan kondisi jalan yang rusak di sekitar lokasi. Kombinasi antara gunungan sampah dan jalan berlubang menjadi paket lengkap penyebab kemacetan kronis. Ilham berharap pemerintah segera bertindak.
"Maunya sampah jangan dibuang di sini, kan di sini juga ada pasar, biar pasar juga bersih dan jalan juga enggak rusak. Kalau bersih kan pengunjung juga bisa ramai," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Keluhan senada datang dari Rara (36), seorang pedagang setempat. Baginya, kemacetan di depan matanya sudah menjadi pemandangan lumrah yang tak kenal waktu.
Baca Juga: Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel
"Macet tiap hari di sini. Pagi dan sore macet terus. Enggak hari libur, enggak hari biasa, memang sering macet di sini," tutur Rara.
Menanggapi krisis ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan sebenarnya telah mengambil langkah.
Status kedaruratan sampah sempat ditetapkan melalui keputusan Wali Kota Tangsel yang berlaku mulai 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Namun, status tersebut kini telah berakhir dan pemerintah setempat belum memutuskan untuk memperpanjangnya. Alasannya, evaluasi menyeluruh masih terus dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin, menyebut keputusan perpanjangan status akan sangat bergantung pada hasil evaluasi kondisi di lapangan.
"Selama di lapangan masih terdapat tumpukan sampah yang memerlukan penanganan ekstra, maka opsi perpanjangan status tanggap darurat tetap terbuka dan akan diputuskan berdasarkan hasil evaluasi objektif," katanya.
Berita Terkait
-
Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik
-
Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel
-
CERPEN: Elvis Presley di Bak Sampah
-
Satu Dekade Sisumaker Tangsel: Pionir Digitalisasi Birokrasi yang Kini Direplikasi Nasional
-
Dari Sampah hingga AI, Sahya Vidya Nusantara Jadi Ruang Belajar Alternatif di LPB Nasional 2025
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
-
Doa Ibu Jelang Sidang Vonis Laras Faizati: Semoga Anak Saya Bebas dan Hidupnya Kembali!
-
Profil dan Rekam Jejak Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Kini Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Menanti Vonis Empat Hari Jelang Ultah ke-27, Laras Faizati: Hadiah Terbaik adalah Kebebasan
-
Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza
-
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
-
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!
-
Ikut Jadi Tersangka, Ini Peran Vital Gus Alex di Skandal Korupsi Kuota Haji
-
Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Janji akan Kooperatif