- Densus 88 Polri mengidentifikasi 70 anak di 19 provinsi terpapar paham ekstremisme melalui komunitas membahas kasus kriminal.
- Enam ciri utama anak terpapar meliputi mengidolakan pelaku kekerasan, menarik diri, hingga marah berlebihan saat gawai dilihat.
- Sebanyak 67 dari 70 anak tersebut telah menerima intervensi khusus yang mencakup asesmen psikologis dan upaya deradikalisasi.
Suara.com - Perilaku anak yang tiba-tiba berubah menjadi sangat protektif terhadap gawainya hingga marah berlebihan saat dilihat bisa jadi bukan sekadar masalah privasi biasa.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri mengungkap temuan mengkhawatirkan bahwa itu adalah salah satu dari enam ciri utama anak telah terpapar paham ekstremisme yang disebarkan melalui true crime community (TCC).
Peringatan serius ini datang setelah Densus 88 mengidentifikasi sedikitnya 70 anak di 19 provinsi yang telah tergabung dalam grup-grup berbahaya tersebut.
Komunitas yang seolah membahas kasus kriminal nyata ini ternyata menjadi sarang konten kekerasan eksplisit yang dapat meradikalisasi anak-anak.
Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, membeberkan secara rinci tanda-tanda yang harus diwaspadai oleh para orang tua dan lingkungan sekitar.
Mengenali ciri-ciri ini sejak dini menjadi kunci untuk mencegah anak terjerumus lebih dalam.
Berikut adalah 6 ciri anak terpapar paham ekstremisme menurut Densus 88:
1. Mengidolakan Pelaku Kekerasan
Tanda pertama yang paling mudah dikenali adalah ketika anak mulai menunjukkan kekaguman pada pelaku kejahatan. Hal ini bisa terlihat dari barang-barang pribadi yang mereka miliki, seperti poster, stiker, atau bahkan nama akun di media sosial.
Baca Juga: ART di Serang Nekat Jadikan Anak Majikan Jaminan Utang, Minta Tebusan Rp10,5 Juta
"Ini bisa jadi menjadi tokoh idola atau sosok yang ingin diikuti perilakunya," kata Kombes Mayndra di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (7/1/2026).
2. Menarik Diri dari Pergaulan
Anak yang biasanya ceria dan suka bergaul mendadak menjadi penyendiri. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu di kamar dengan gawainya. Menurut Densus 88, ini terjadi karena komunitas TCC memberikan rasa nyaman dan penerimaan yang keliru, membuat mereka enggan bersosialisasi di dunia nyata.
3. Meniru atau Cosplay Pelaku Kejahatan
Level selanjutnya yang sangat berbahaya adalah ketika anak mulai meniru gaya idolanya. Ini bukan sekadar meniru gaya berpakaian, tetapi juga gestur, cara bicara, hingga aksi-aksi kekerasan yang pernah dilakukan oleh tokoh tersebut.
"Ini sudah terbukti. Pernah terjadi insiden di SMAN 72 dan ABH (anak berhadapan hukum) yang melakukan tindakan tersebut, dari replika senjatanya, dari unggahannya, dari gaya berpakaiannya, bahkan aksi-aksinya, ini adalah cosplay pelaku-pelaku sebelumnya dari negara asalnya," tegas Mayndra.
Berita Terkait
-
ART di Serang Nekat Jadikan Anak Majikan Jaminan Utang, Minta Tebusan Rp10,5 Juta
-
Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga
-
Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72
-
Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home
-
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana
-
Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya
-
Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan
-
Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran
-
Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5 Jam di Istana Sambil Bawa Catatan
-
Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui
-
Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah
-
Dukcapil: Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta Cari Kerja, Didominasi Usia Produktif
-
Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen
-
Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas