- Densus 88 Polri mengidentifikasi 70 anak di 19 provinsi terpapar paham ekstremisme melalui komunitas membahas kasus kriminal.
- Enam ciri utama anak terpapar meliputi mengidolakan pelaku kekerasan, menarik diri, hingga marah berlebihan saat gawai dilihat.
- Sebanyak 67 dari 70 anak tersebut telah menerima intervensi khusus yang mencakup asesmen psikologis dan upaya deradikalisasi.
4. Menyukai Konten Sadistis dan Kekerasan
Anak menjadi terbiasa dan bahkan menikmati tontonan yang berisi kekerasan grafis. Mereka tidak lagi menunjukkan rasa ngeri atau empati saat melihat konten-konten sadistis yang kerap dibagikan di dalam komunitas tersebut.
"Konten-konten yang diakses tidak normal. Jadi, kalau orang normal melihat itu pasti tidak tega melihat kejadian-kejadian kekerasan yang sering diunggah di komunitas tersebut," ucapnya.
5. Marah Berlebihan Jika Gawai Dilihat
Ini adalah ciri yang sering kali disalahartikan sebagai keinginan remaja akan privasi. Namun, pada anak yang terpapar ekstremisme, reaksinya bisa sangat berlebihan. Mereka menganggap konten berbahaya di dalam gawainya adalah sebuah rahasia besar yang tidak boleh diketahui siapa pun.
6. Membawa Senjata Replika atau Pisau
Tanda paling akhir dan paling mengkhawatirkan adalah ketika anak mulai membawa senjata, baik itu replika senjata api maupun senjata tajam seperti pisau. Barang-barang ini sering kali dibawa ke lingkungan sekolah atau pergaulan sebagai bentuk persiapan atau inspirasi untuk melakukan kekerasan.
"Kerap kadang dia bawa ke sekolah untuk dibuat inspirasi melakukan kekerasan," ucapnya.
Berdasarkan data Densus 88, dari 70 anak yang teridentifikasi, sebarannya mencakup rentang usia 11 hingga 18 tahun. Tiga provinsi dengan jumlah anak terpapar terbanyak adalah DKI Jakarta (15 orang), Jawa Barat (12 orang), dan Jawa Timur (11 orang).
Baca Juga: ART di Serang Nekat Jadikan Anak Majikan Jaminan Utang, Minta Tebusan Rp10,5 Juta
Menanggapi temuan ini, Densus 88 bersama para pemangku kepentingan terkait telah bergerak cepat.
Sebanyak 67 dari 70 anak tersebut kini telah mendapatkan intervensi khusus, meliputi asesmen psikologis, pemetaan jaringan, konseling, dan berbagai upaya deradikalisasi lainnya.
Berita Terkait
-
ART di Serang Nekat Jadikan Anak Majikan Jaminan Utang, Minta Tebusan Rp10,5 Juta
-
Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga
-
Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72
-
Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home
-
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik
-
Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta
-
Pasal Penggelapan KUHP Baru Digugat, Nurut Perintah Atasan Bisa Dipenjara 5 Tahun?
-
Kekuasaan Amnesti Presiden Digugat, Apa Beda Amnesti dan Abolisi yang Kini Diuji di MK?
-
KPK Buka Kartu, Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Haji Sejak 8 Januari
-
Semeru Muntahkan Awan Panas 4 KM, Kolom Abu Kelabu Membumbung Tinggi, Status Siaga
-
Menkum Buka Suara Soal Kasus Pandji Pragiwaksono: Cek Dulu KUHP Baru, Penuhi Unsur Gak?
-
Adik Jadi Tersangka Korupsi Haji, Sikap Gus Yahya: Saya Tak Akan Intervensi
-
KPK Sita Rp100 M, Biro Travel Ramai-ramai Kembalikan Uang Panas Korupsi Kuota Haji
-
Tuai Polemik, Pramono Anung Pasang Badan Soal Pembangunan JPO Sarinah: Untuk Difabel