- BMKG merilis prakiraan cuaca Kamis (15/1/2026) memprediksi hampir seluruh wilayah DKI Jakarta diguyur hujan sedang.
- Jakarta Pusat, Barat, Selatan, dan Timur diperkirakan mengalami hujan sedang dengan rentang suhu bervariasi.
- Kepulauan Seribu berbeda, diprediksi hanya mengalami kondisi udara kabur dengan suhu antara 25 hingga 27 derajat Celsius.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta pada Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan data pantauan satelit, hampir seluruh wilayah administratif di Jakarta diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang sepanjang hari.
Kawasan Jakarta Pusat diperkirakan akan mengalami hujan sedang dengan rentang suhu udara antara 24 hingga 28 derajat Celsius.
Kondisi serupa juga mengintai wilayah Jakarta Barat, yang memiliki tingkat kelembapan udara tertinggi mencapai 91 persen.
Untuk masyarakat di Jakarta Selatan, hujan sedang diprediksi akan turun dengan suhu udara yang cenderung sejuk, yakni di angka minimal 24 derajat Celsius.
Wilayah Jakarta Timur pun tidak luput dari potensi guyuran hujan sedang dengan tingkat kelembapan yang berfluktuasi antara 73 hingga 88 persen.
Sementara itu, wilayah pesisir Jakarta Utara turut diprakirakan akan basah akibat hujan sedang dengan suhu maksimal menyentuh 27 derajat Celsius.
Berbeda dengan daratan Jakarta, wilayah administrasi Kepulauan Seribu diprediksi hanya akan mengalami kondisi udara kabur.
Suhu di kawasan kepulauan tersebut terpantau berada pada kisaran 25 hingga 27 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup pekat.
Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
Fenomena cuaca ini menuntut warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk senantiasa menyiapkan payung atau jas hujan guna mengantisipasi presipitasi.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Berita Terkait
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Antisipasi Banjir, Pramono Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
-
Cerita Senin Pagi di Jakarta: Perjuangan Menembus Hujan dan Harapan Fasilitas Publik Inklusif
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini
-
BPBD DKI Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 14-17 Januari 2026
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL