- Indonesia mengerahkan 8.000 prajurit TNI sebagai negara pertama implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata AS.
- Pasukan akan bertugas dalam International Stabilization Force (ISF) dengan fokus medis dan zeni di Gaza.
- Tugas ISF mencakup pengamanan perbatasan, demiliterisasi, dan pengawasan transisi pemerintahan Palestina.
Suara.com - Indonesia mengerahkan hingga 8.000 prajurit TNI untuk dikirim ke Gaza. Langkah ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menyatakan kesiapan operasional sebagai bagian dari implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai oleh Amerika Serikat pada akhir tahun lalu.
"Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Presiden Donald Trump, yang diumumkan bulan lalu. Indonesia memiliki mandat dari Dewan Keamanan PBB untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang akan membantu mengamankan wilayah perbatasan di Gaza dan memastikan demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas," tulis BBC Internasional dalam laporannya yang dikutip Redaksi pada Rabu 11/2/2026).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa proses pelatihan khusus bagi para prajurit tersebut telah dimulai.
Fokus utama dari pengerahan pasukan ini adalah pada peran medis dan zeni (teknik), guna membantu pemulihan infrastruktur serta layanan kesehatan di wilayah konflik tersebut.
Keterlibatan Indonesia semakin dipertegas dengan bergabungnya pemerintah ke dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump sejak bulan lalu.
Lembaga ini memiliki mandat khusus dari Dewan Keamanan PBB untuk membentuk International Stabilization Force (ISF).
Tugas utama dari satuan ISF ini nantinya meliputi:
Pengamanan Perbatasan: Memastikan keamanan di wilayah perbatasan Gaza.
Demiliterisasi Wilayah: Menjamin proses demiliterisasi di wilayah tersebut, termasuk di dalamnya agenda pelucutan senjata kelompok bersenjata.
Baca Juga: Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
Transisi Pemerintahan: Mengawasi pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina yang baru.
Rekonstruksi Pascaperang: Memimpin upaya pembangunan kembali infrastruktur Gaza yang hancur.
Pertemuan perdana dewan ini dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari 2026 mendatang untuk membahas rincian teknis lebih lanjut.
Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melibatkan Indonesia dalam misi yang berafiliasi dengan inisiatif AS ini tidak lepas dari pro dan kontra di dalam negeri.
Beberapa kelompok masyarakat menyuarakan kritik mengingat tingginya kemarahan publik atas peran AS dalam konflik tersebut.
Langkah Indonesia ini menuai sorotan dan kritik karena BoP buatan Trump tidak menyertakan Palestina sebagai negara yang terdampak konflik, menimbulkan kekhawatiran penindasan lebih jauh.
Berita Terkait
-
Panglima TNI Rombak Besar-besaran: 12 Jenderal AD Dimutasi, Salah Satunya Jampidmil
-
Akhir Damai Kasus Oknum TNI Aniaya Driver Ojol di Kembangan, Hasan: Pelaku Sudah Minta Maaf
-
Soal Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme, Wamenhan: Penegakan Hukum Tetap di Polri
-
Prabowo Kumpulkan TNI dan Polri di Istana, Bahas Agenda Strategis Awal Tahun
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kebon Pala Kembali Terendam Banjir 1,4 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai Dua
-
10 Menteri Luar Negeri Dunia Kecam Serangan Israel Flotilla Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?
-
WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi
-
RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia
-
Eks Wamenaker Noel: Saya Lebih Banyak Selamatkan Uang Rakyat Dibanding KPK!
-
Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!
-
Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza
-
Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania
-
Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!