- Satgas Damai Cartenz mengamankan empat terduga anggota KKB pimpinan Elkius Kobak di Dekai, Yahukimo.
- Dua dari empat yang ditangkap diduga terlibat pembakaran ruang kelas SMAN 2 Dekai pada Sabtu (14/2).
- Otoritas keamanan sedang menyelidiki keterlibatan kelompok tersebut dalam penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel.
Suara.com - Satgas Damai Cartenz melakukan operasi penegakan hukum di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan empat orang yang diduga kuat merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Keempat individu tersebut diketahui merupakan bagian dari kelompok yang dipimpin oleh Elkius Kobak, sosok yang selama ini masuk dalam pantauan otoritas keamanan karena serangkaian aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo memberikan konfirmasi mengenai rincian penangkapan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dari empat orang yang ditangkap, dua di antaranya telah teridentifikasi memiliki peran langsung dalam aksi kriminalitas yang merugikan fasilitas publik. Kedua pelaku tersebut diduga terlibat dalam pembakaran ruang kelas di SMAN 2 Dekai.
Insiden pembakaran sekolah tersebut terjadi pada Sabtu (14/2) dan sempat mengganggu aktivitas pendidikan di wilayah Yahukimo.
"Dua orang yang teridentifikasi terlibat dalam aksi kekerasan yaitu GW dan EH," kata Kombes Yusuf di Jayapura, Selasa (17/2/2026).
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap profil dua anggota KKB lainnya yang juga turut diamankan dalam operasi di Dekai.
Kedua pria tersebut diketahui berinisial BW yang berusia 25 tahun dan HM yang berusia 23 tahun.
Meskipun sudah berada dalam pengamanan Satgas Damai Cartenz, penyidik masih memerlukan waktu untuk memverifikasi rekam jejak serta keterlibatan mereka dalam berbagai aksi teror atau tindak pidana lainnya yang terjadi di wilayah hukum Papua Pegunungan.
Baca Juga: Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI
"Penyidik masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan mereka terlibat dalam kasus apa saja," kata Kombes Yusuf sebagaimana dilansir Antara.
Selain fokus pada kasus pembakaran sekolah di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz juga memberikan perhatian serius pada insiden penembakan pesawat Smart Air yang terjadi di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Serangan terhadap moda transportasi udara tersebut menjadi catatan kelam karena mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak kru pesawat. Namun, hingga saat ini, otoritas keamanan menyatakan bahwa belum ada pelaku dari kasus penembakan pesawat tersebut yang berhasil diringkus.
Tim penegakan hukum masih terus melakukan pengejaran guna menangkap para pelaku yang juga anggota KKB, kata Kombes Yusuf Sutejo.
Berdasarkan data kepolisian, aksi penembakan terhadap pesawat Smart Air di Korowai Batu tersebut juga terafiliasi dengan kelompok yang sama.
KKB pimpinan Elkius Kobak diduga kuat menjadi dalang di balik serangan yang menewaskan dua orang kru pesawat, yakni Kapten Enggo dan Kapten Baskoro.
Berita Terkait
-
Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI
-
Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil
-
Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya