- Aksi demonstrasi direncanakan melalui grup WhatsApp sejak 5 Agustus 2025 oleh grup KPR-Depok dan Pembangkang Oligarki.
- Menjelang aksi 25 Agustus, konsolidasi teknis dilakukan di Depok, membahas logistik termasuk potensi bahan berbahaya seperti molotov.
- Kekhawatiran muncul karena adanya isu peretasan admin, pesan berantai mengenai dalang kepolisian, dan pembajakan ponsel aktivis.
Namun, pada tanggal yang sama beredar pesan berantai yang mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti aksi 25 Agustus karena dalang di balik aksi tersebut disebut-sebut adalah kepolisian.
“Menanggapi peringatan tersebut, kelompok yang dilabeli sejumlah aktivis sebagai ‘anarko palsu’ mendorong agar aksi tetap dilaksanakan karena dugaan keterlibatan aparat bukan alasan untuk membatalkan demonstrasi. Di grup percakapan administrator Gejayan Memanggil, Syahdan Husein menyampaikan kekhawatirannya karena merasa dibuntuti dan telepon genggamnya telah dibajak. Hal ini memperkuat kekhawatiran di kalangan aktivis menjelang aksi demonstrasi 25 Agustus,” jelasnya.
“Peringatan potensi demonstrasi dan kerusuhan juga disampaikan sejumlah tokoh. Pendiri Great Institute, Syahganda Nainggolan, mengklaim adanya informasi dari seorang petinggi militer mengenai rencana pergerakan besar pada akhir Agustus 2025. Syahganda mengimbau rekan-rekannya untuk tidak mengikuti demonstrasi 25 Agustus dan seterusnya,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Dicecar Komisi III DPR, MKMK Tegaskan Proses Laporan Adies Kadir Masih Tahap Pendahuluan
-
Ketua MKMK di DPR: Tidak Boleh Ada Satu pun Lembaga yang Mengintervensi Kami
-
Demo Bulan Agustus Disebut Tidak Lahir dari Isu Tunggal, Tapi Akumulasi Ketidakpuasan Masyarakat
-
Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban
-
Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun
-
Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran
-
Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!
-
Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender
-
Sudah Empat Hari, Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Tuntas Dipadamkan
-
TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
-
Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026