- Aksi demonstrasi direncanakan melalui grup WhatsApp sejak 5 Agustus 2025 oleh grup KPR-Depok dan Pembangkang Oligarki.
- Menjelang aksi 25 Agustus, konsolidasi teknis dilakukan di Depok, membahas logistik termasuk potensi bahan berbahaya seperti molotov.
- Kekhawatiran muncul karena adanya isu peretasan admin, pesan berantai mengenai dalang kepolisian, dan pembajakan ponsel aktivis.
Suara.com - Komisi Pencari Fakta menyebut aksi demonstrasi pada Agustus 2025 terbentuk melalui perencanaan di sejumlah grup WhatsApp. Grup percakapan tersebut mulai dibuat pada 5 Agustus 2025 untuk merencanakan aksi damai pada 25 Agustus 2025.
Peneliti KPF, Ravio Patra, mengatakan bahwa pada awal Agustus terdapat dua grup WhatsApp yang memantik pergerakan masyarakat. Kedua grup tersebut bernama KPR-Depok (Ksatria Pembela Rakyat) dan Pembangkang Oligarki.
EKSKLUSIF SUARA: CINTA DAN JARI YANG PATAH DI UTARA JAKARTA
Dalam grup WhatsApp Pembangkang Oligarki, sempat digulirkan rencana pertemuan virtual melalui Google Meet.
“Pada 7 Agustus 2025, Khariq Anhar bergabung ke dalam grup WhatsApp KPR-Depok (Ksatria Pembela Rakyat). Pada hari yang sama, akun Instagram @GejayanMemanggil mengunggah logo Gejayan Memanggil yang dimodifikasi dengan simbol Jolly Roger dari serial One Piece,” kata Ravio.
EKSKLUSIF SUARA: BOCAH-BOCAH DI SARANG POLISI: ASAL TANGKAP PERKARA AKSI AGUSTUS
Setelah itu, bermunculan grup WhatsApp serupa yang menyuarakan perlawanan terhadap pemerintahan, salah satunya komunitas Pasukan Revolusi Jolly Roger.
Namun, salah satu admin grup tersebut dilaporkan mengalami peretasan atau doxing akibat keterlibatannya dalam perencanaan yang dibahas di dalam grup WhatsApp tersebut.
Hingga akhirnya, pada 21 Agustus 2025, Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI dengan membawa spanduk bertajuk Indonesia Sold Out. Sekitar 1.145 personel kepolisian dikerahkan dan aksi berlangsung damai tanpa tindakan represif.
Baca Juga: KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
EKSKLUSIF SUARA: BUKU PUTIH KAUM ANARKIS
Selanjutnya, pada 22 Agustus 2025, muncul poster dan video berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan narasi kemarahan dan delegitimasi lembaga negara, terutama DPR RI.
Rencana aksi pada 25 Agustus kemudian kembali disebarkan melalui grup WhatsApp KPR-Depok, namun saat itu hanya sembilan orang yang menyatakan bersedia mengikuti aksi.
Rencana tersebut meluas setelah tautan grup WhatsApp KPR-Depok dibagikan ke grup Pasukan Revolusi Jolly Roger. Pada 24 Agustus 2025, akun Instagram @GejayanMemanggil mengunggah seruan aksi 25 Agustus 2025 yang memuat sembilan tuntutan.
“Anggota grup KPR-Depok (Ksatria Pembela Rakyat) dan Pasukan Revolusi Jolly Roger menggelar konsolidasi di tempat usaha milik Abdul Ghofar Dwi Prawira alias Kenji di Pancoran Mas, Depok. Pertemuan ini membahas persiapan teknis aksi, termasuk logistik seperti masker, perlengkapan P3K, dan tali. Dalam pertemuan tersebut, seorang peserta bernama Nopal membawa bahan yang kemudian disebut sebagai molotov,” jelasnya.
Selain itu, grup WhatsApp Pasukan Revolusi Jolly Roger juga melakukan penggalangan dana untuk kebutuhan transportasi, pembelian cat semprot, masker, hingga bensin.
Berita Terkait
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Dicecar Komisi III DPR, MKMK Tegaskan Proses Laporan Adies Kadir Masih Tahap Pendahuluan
-
Ketua MKMK di DPR: Tidak Boleh Ada Satu pun Lembaga yang Mengintervensi Kami
-
Demo Bulan Agustus Disebut Tidak Lahir dari Isu Tunggal, Tapi Akumulasi Ketidakpuasan Masyarakat
-
Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi