- Rifaldo Aquino Pontoh, WNI buronan perdagangan orang dan penipuan daring internasional, ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Bali.
- Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polri pada Sabtu (21/2) berdasarkan informasi intelijen Interpol lintas negara.
- Tersangka diduga mengeksploitasi korban di Kamboja melalui iklan pekerjaan palsu dengan ancaman kekerasan.
Suara.com - Tim gabungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengonfirmasi penangkapan seorang buronan internasional yang telah lama masuk dalam daftar pencarian.
Rifaldo Aquino Pontoh, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi aktor di balik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penipuan daring (online scam) jaringan internasional di Kamboja, akhirnya berhasil diringkus.
Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas negara dan koordinasi ketat antarlembaga keamanan.
Kepala Bagian Kejahatan Transnasional Divhubinter Polri Kombes Pol. Ricky Purnama dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (22/2/2026), menjelaskan bahwa Rifaldo ditangkap pada Sabtu (21/2) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Langkah hukum ini diambil setelah adanya pemantauan intensif terhadap pergerakan tersangka yang mencoba masuk kembali ke wilayah Indonesia melalui jalur udara dari luar negeri.
Operasi penangkapan ini melibatkan berbagai satuan khusus di bawah naungan Polri dan instansi terkait lainnya.
“Tim gabungan Polri yang terdiri dari personel Set NCB Interpol Indonesia, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai, bersama Imigrasi Bandara I Gusti Ngurah Rai berhasil menangkap subjek Interpol red notice WNI atas nama Rifaldo Aquiono Pontoh,” kata dia.
Sinergi ini memastikan tidak ada celah bagi tersangka untuk meloloskan diri saat tiba di terminal kedatangan internasional.
Berdasarkan hasil investigasi awal, Rifaldo Aquino Pontoh diduga menjalankan praktik kejahatan yang sangat terorganisir di wilayah Kamboja.
Baca Juga: Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
Modus kejahatan yang dilakukan Rifaldo antara lain memanfaatkan media sosial dengan mengiklankan lowongan pekerjaan yang menjanjikan gaji tinggi.
Iklan-iklan tersebut menyasar masyarakat Indonesia yang sedang mencari pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming kesejahteraan instan, namun kenyataannya sangat jauh dari janji yang diberikan.
Para korban yang tergiur dengan tawaran tersebut justru terjebak dalam situasi yang mengancam nyawa dan melanggar hak asasi manusia.
Pada faktanya, korban justru mengalami kekerasan berat di lokasi kerja mereka di Kamboja.
Praktik eksploitasi ini mencakup berbagai bentuk tekanan fisik dan psikologis yang bertujuan untuk memaksa korban bekerja di bawah kendali jaringan penipuan daring tersebut.
Kombes Pol. Ricky Purnama memaparkan lebih lanjut mengenai penderitaan yang dialami oleh para korban selama berada di bawah kendali jaringan Rifaldo.
Berita Terkait
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar
-
Fakta Miris TPPO Kamboja: Dijebak Iklan Medsos, 249 WNI Jadi Budak Scam Online 18 Jam Sehari
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel
-
Eks Pimpinan KPK: RUU Perampasan Aset Jangan Sasar 'Pedagang Pecel Lele', Fokus ke Pejabat Korupsi
-
Soroti RUU Perampasan Aset, Eks Pimpinan KPK: Harus Ada Pidana Asal, Jangan Main Rampas
-
Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran
-
Di Tengah Wacana Pelarangan oleh BNN, Pengguna Sebut Vape Pangkas Pengeluaran
-
Prabowo: Jangan Anggap Presiden Pekerjaan yang Enak
-
Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
-
PAN Sebut Kritik Saiful Mujani Hanya 'Buih' di Lautan, Bukan Gelombang
-
Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!
-
Prabowo Cerita Temukan Video AI Diri Sendiri: Pandai Nyanyi, Pidato Bahasa Mandarin dan Arab