- Kampoeng Ramadhan Jogokariyan tahun ini menyediakan 3.800 porsi takjil gratis yang disiapkan warga setempat untuk dibagikan.
- Tradisi tahunan ini menarik ribuan pengunjung yang datang untuk berburu takjil serta merasakan suasana kultural dan spiritual.
- Pasar sore diikuti sekitar 360 pedagang, dengan 60% di antaranya adalah warga asli sebagai bentuk dukungan ekonomi lokal.
Suara.com - Langit sore di atas Jalan Jogokariyan mulai meredup namun gairah sepanjang jalan justru makin memuncak. Semangat warga untuk berburu takjil saat mendekati jam buka makin terasa.
Gerbang lengkung bertuliskan 'Kampoeng Ramadhan Jogokariyan' berdiri gagah dengan warna-warni yang mencolok. Seolah menyambut dengan riang ribuan orang yang datang dari berbagai penjuru.
Di bawah gerbang itu, lautan manusia menyemut, bergerak perlahan di antara deretan lampion kain yang menggantung rapi. Menciptakan pemandangan khas yang selalu dirindukan setiap kali bulan suci menyapa Kota Yogyakarta.
Berbagai jenis lapak makanan ringan hingga berat tersedia di sepanjang Jalan Jogokariyan.
Di sisi lain, deretan piring berisi nasi, sayur, dan lauk-pauk yang dibungkus plastik bening sudah tertata rapi di atas meja panjang bermotif kotak-kotak.
Inilah jantung dari tradisi Masjid Jogokariyan: ribuan porsi takjil gratis yang disiapkan dengan penuh ketelitian oleh warga setempat.
Di balik meja, kesibukan relawan tampak kontras dengan barisan jamaah yang mulai tertib mengantre, menanti waktu berbuka dengan sabar.
Di dapur belakang ada kelompok ibu-ibu yang cekatan menyiapkan semua porsi agar seimbang, tak terlewat satu komponen dalam tiap piringnya.
Di tengah kerumunan itu, ada Agus (42) yang berdiri sambil menggandeng erat tangan anaknya.
Baca Juga: Ramadan 2026, Taman Softball GBK Jadi Spot Ngabuburit dengan Pilihan Kuliner Beragam
Baginya, datang ke Jogokariyan bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan menghadirkan pengalaman spiritual dan kultural bagi keluarganya.
"Sengaja memang ajak anak dan istri ke sini. Saya ingin mereka merasakan sendiri vibes-nya," kata pria asal Bantul itu ditemui Suara.com, Minggu (22/2/2026).
Meski tak setiap hari, namun Agus dan keluarga selalu menyempatkan untuk menghabiskan waktu jelang berbuka di Jogokariyan.
"Antusiasme orang-orang, kerukunan warga yang menyiapkan ribuan piring itu, rasanya adem banget di hati," ucapnya.
Agus mengaku tak keberatan harus berdesakan sejak sore. Baginya, keriuhan ini adalah bagian dari bumbu kebahagiaan Ramadhan.
"Meskipun ramai sekali sampai harus pelan-pelan jalannya, tapi gapapa setahun sekali kok," ujarnya.
Berita Terkait
-
Ramadan 2026, Taman Softball GBK Jadi Spot Ngabuburit dengan Pilihan Kuliner Beragam
-
Andai Ini Ramadan Terakhirku
-
Hotman Paris Siap Bela ABK Terancam Hukuman Mati dalam Kasus Narkoba
-
Titip Bunda di Surga-Mu: Film yang Ajarkan Ikhlas, Kebersamaan dan Arti Pulang Sebenarnya
-
Promo Daging Sapi, Ayam, dan Seafood di Superindo untuk Stok Selama Ramadan
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk
-
KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa
-
Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa
-
Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN
-
DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi