- Donald Trump meyakini konflik AS-Iran akan berlangsung dalam waktu singkat demi menstabilkan harga minyak dunia, meski ia tetap mengancam akan mengambil tindakan tegas jika pasokan energi terganggu.
- Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran memicu eskalasi baru, bayang-bayang saling serang rudal antara Iran, Israel, dan sekutu AS di Timur Tengah.
- Perang yang telah mengorbankan ribuan nyawa ini membuat AS menarik staf dari Arab Saudi, sementara pihak Iran menegaskan sudah tidak ada lagi ruang untuk diplomasi.
Ketegangan militer di lapangan juga terus berlanjut dengan laporan lebih dari 20 ledakan besar terdengar di Teheran dalam serangan udara terberat sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukan mereka sedang melakukan serangan gelombang besar yang menyasar kota Isfahan, Teheran, dan wilayah selatan Iran.
Sementara itu, Iran tidak tinggal diam dan melaporkan telah meluncurkan lebih banyak rudal ke arah Israel serta menargetkan sejumlah infrastruktur energi di beberapa negara Arab.
Serangan udara dari pihak Iran melaporkan mengenai ladang minyak Shaybah di Arab Saudi, melukai warga di ibu kota Uni Emirat Arab, serta memicu kebakaran di kilang minyak milik Bahrain.
Dampak dari ancaman regional tersebut membuat Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel non-esensial dan staf keluarga diplomat untuk segera meninggalkan Arab Saudi.
Di tengah situasi yang semakin tidak disebutkan ini, penasihat kebijakan luar negeri Iran, Kamal Kharazi, menegaskan kepada CNN bahwa tidak ada lagi ruang untuk jalur diplomasi.
Menurut data dari pejabat yang berwenang, perang besar ini telah menurunkan sedikitnya 1.230 orang di Iran, 397 orang di Lebanon, 11 orang di Israel, serta 7 anggota militer AS.
Menyikapi perkembangan tersebut, Trump menegaskan bahwa tujuan utama AS saat ini hampir tercapai, yakni melenyapkan persediaan rudal balistik Iran beserta kemampuan mereka untuk memproduksinya.
Saat berbicara tentang pertemuannya dengan keluarga tentara AS yang gugur dalam pertempuran, Trump mengutip pesan duka mereka yang berbunyi: "Pastikan Anda menang, Tuan."
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April