-
Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran di tengah kehadiran jutaan warga.
-
Masyarakat Iran mengecam serangan Amerika dan Israel yang menewaskan pemimpin sebelumnya Ali Khamenei.
-
Eskalasi militer meningkat setelah Iran membalas serangan aset Amerika Serikat di Timur Tengah.
Suara.com - Lautan manusia memadati jantung kota Teheran guna menyaksikan momen bersejarah transisi kekuasaan tertinggi di Iran.
Warga dari berbagai penjuru berkumpul secara masif di Enghelab Square tepat pada Senin pukul 15.00 waktu setempat.
Atmosfer haru dan semangat membara menyelimuti para pendukung yang mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk penghormatan.
Bendera nasional Iran berkibar tinggi bersandingan dengan ribuan poster wajah Mojtaba yang diangkat oleh massa.
Prosesi sakral ini menandai dimulainya babak baru bagi kepemimpinan negara tersebut di tengah tensi global yang memanas.
Menurut Tasnim News Agency, pemerintah secara resmi mengonfirmasi kehadiran jutaan partisipan dalam acara pengambilan sumpah setia pemimpin tertinggi yang baru.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa kuatnya legitimasi publik yang diberikan kepada sosok penerus garis keturunan Khamenei ini.
Sorak-sorai yang menggetarkan telinga terus menggema di sepanjang area Enghelab Square sebagai bentuk dukungan moral yang nyata.
Kalimat-kalimat pengagungan terhadap pemimpin baru dan keyakinan akan perlindungan Tuhan menjadi nyawa utama dalam pertemuan besar itu.
Baca Juga: Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal
Warga yang hadir memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan protes keras terhadap tindakan militer pihak asing baru-baru ini.
Kemarahan publik ini dipicu oleh serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari silam.
Masyarakat secara terbuka mengecam operasi militer yang terjadi pada Juni tahun lalu yang dikenal sebagai Perang 12 Hari.
Aksi massa ini merupakan representasi dari keteguhan hati rakyat Iran untuk tetap berdiri tegak melawan gempuran musuh.
Media nasional menekankan bahwa semangat yang ditunjukkan jutaan orang ini adalah pesan peringatan bagi pihak lawan di luar sana.
Pemerintah menggambarkan antusiasme tersebut sebagai bukti bahwa rakyat tak akan pernah menyerah dalam kondisi sesulit apa pun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?