-
Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran di tengah kehadiran jutaan warga.
-
Masyarakat Iran mengecam serangan Amerika dan Israel yang menewaskan pemimpin sebelumnya Ali Khamenei.
-
Eskalasi militer meningkat setelah Iran membalas serangan aset Amerika Serikat di Timur Tengah.
Narasi yang berkembang di lokasi menunjukkan optimisme bahwa musuh-musuh Iran akan segera merasakan kepahitan akibat kekalahan mereka sendiri.
Mojtaba Khamenei kini memegang tonggak kepemimpinan setelah kepergian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam operasi gabungan.
Tragedi yang terjadi pada 28 Februari tersebut menjadi titik balik penting dalam eskalasi politik dan keamanan di kawasan.
Serangan yang menargetkan tokoh penting Iran tersebut dikaitkan erat dengan kebijakan agresif yang diambil oleh Presiden Donald Trump.
Dalam misinya meluncurkan operasi di Iran, Presiden Donald Trump menegaskan ambisi imperialisnya dengan keinginan dia mengganti rezim di negara tersebut.
Upaya penggulingan kekuasaan yang dirancang oleh pihak luar ini tampaknya menemui jalan buntu dan perlawanan yang sangat sengit.
Struktur kepemimpinan ulama di Iran terbukti memiliki akar yang sangat dalam dan sangat sulit untuk diguncang pihak asing.
Solidaritas yang ditunjukkan di Enghelab Square menjadi bukti nyata kegagalan strategi penggantian rezim yang direncanakan Washington dan sekutunya.
Reaksi cepat langsung diambil oleh otoritas keamanan Iran sesaat setelah agresi militer pertama kali diluncurkan oleh pihak lawan.
Baca Juga: Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal
Di hari pertama AS-Israel meluncurkan serangan, Iran langsung membalas. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam menargetkan Negeri Zionis dan aset militer AS di negara-negara Timur Tengah.
Operasi balasan tersebut menunjukkan kesiapan tempur yang tinggi dari pasukan elit Iran dalam menjaga kedaulatan wilayah mereka.
Hingga saat ini, stabilitas keamanan di Timur Tengah tetap berada dalam bayang-bayang ketegangan antara kekuatan besar yang berseteru.
Rakyat Iran kini menaruh harapan besar pada pundak Mojtaba Khamenei untuk menahkodai negara melewati badai konflik internasional ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kulit Kuning Langsat Jangan Asal Pilih! Ini 2 Warna Cushion Skintific Terbaik Sesuai Review
-
Review Leave No One Behind: Drama Laga Kepolisian Berantas Kejahatan TPPO!
-
Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS
-
Sunscreen Scarlett Mana yang Water Based? Ini Varian dengan Formula Ringan dan Cepat Meresap
-
Lucky Girl Syndrome: Motivasi Positif atau Harapan yang Terlalu Tinggi?
-
Transaksi Saham Melonjak! Volume Perdagangan BEI Melejit 66,88% dalam Sepekan
-
Blibli Andalkan Teknologi Platform untuk Tingkatkan Pengalaman Belanja
-
Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang
-
Ulasan Silent Parade: Misteri Pembunuhan di Balik Keheningan Warga Kota
-
Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink