-
Jepang pertimbangkan kirim pasukan penyapu ranjau ke Selat Hormuz pasca gencatan senjata tercapai.
-
Menlu Motegi menegaskan teknologi militer Jepang sangat mumpuni untuk membantu pembersihan wilayah perairan.
-
Satu warga Jepang di Iran telah dibebaskan dan pemerintah upayakan pembebasan jurnalis NHK.
Menlu Jepang itu mengatakan bahwa "tidak ada janji khusus" yang dibuat dalam pertemuan diplomatik itu.
Segala keputusan terkait pengiriman pasukan akan tetap diputuskan secara mandiri oleh otoritas pemerintah Tokyo.
Tidak ada beban politik yang dibawa pulang oleh delegasi Jepang setelah melakukan kunjungan ke Amerika.
Situasi di Timur Tengah sendiri memang terus memanas dan melibatkan banyak aktor kekuatan global.
Eskalasi mulai meningkat tajam setelah serangan udara besar-besaran diluncurkan pada akhir bulan Februari lalu.
Kestabilan kawasan saat ini menjadi taruhan besar bagi kelangsungan ekonomi banyak negara di dunia.
Jepang merupakan salah satu negara yang paling terdampak jika jalur distribusi minyak bumi terhambat.
Lebih dari sembilan puluh persen pasokan minyak mentah Jepang berasal dari negara-negara Timur Tengah.
Sebagian besar komoditas energi tersebut harus melewati Selat Hormuz sebelum mencapai pelabuhan di Jepang.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat
Hal inilah yang memicu urgensi bagi Tokyo untuk memastikan wilayah tersebut tetap kondusif bagi kapal.
Selain urusan militer Motegi juga mengabarkan perkembangan positif terkait warga negaranya di Iran.
Salah satu dari dua orang yang sempat ditahan oleh otoritas setempat kini telah resmi dibebaskan.
Warga tersebut dikabarkan sudah berada dalam perjalanan pulang menuju tanah air melalui jalur udara.
Kementerian Luar Negeri memberikan konfirmasi bahwa individu tersebut telah mendarat dengan selamat di Tokyo.
Berdasarkan pemeriksaan awal kondisi kesehatan pria yang sempat ditahan sejak Juni tersebut sangat baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu