- Kemenimipas menerapkan langkah penghematan BBM sesuai arahan Presiden mulai April 2026 demi efisiensi energi pemerintah.
- Salah satu implementasi adalah kebijakan WFH sehari seminggu untuk perkantoran, terkecuali unit pelayanan publik mendesak.
- Kementerian juga membatasi perjalanan dinas dan mengoptimalkan e-office untuk menekan konsumsi energi dan beban APBN.
Suara.com - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mulai menerapkan sejumlah langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi pemerintah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kemenimipas, M. Akbar Hadi Prabowo, mengatakan kebijakan ini akan dijalankan sejalan dengan arahan Presiden melalui Menteri Imipas Agus Andrianto.
“Tentu saja, Bapak Menteri akan menempuh kebijakan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah/presiden dalam rangka penghematan energi dan BBM untuk ASN mulai April 2026,” ujar Akbar saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (28/3), mengutip dari ANTARA.
Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah kebijakan work from home (WFH) selama satu hari dalam seminggu untuk kegiatan perkantoran. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi unit yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“WFH diberlakukan satu hari per minggu untuk kegiatan perkantoran, kecuali yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik,” jelasnya.
Selain itu, Kemenimipas juga membatasi perjalanan dinas serta kegiatan seremonial yang dinilai tidak mendesak. Penggunaan platform digital melalui sistem e-office juga akan dioptimalkan guna mengurangi mobilitas pegawai.
Efisiensi turut dilakukan pada penggunaan energi di kantor, termasuk penghematan listrik, air, serta pemakaian pendingin ruangan.
Akbar menegaskan, langkah-langkah tersebut diambil untuk menekan konsumsi BBM sekaligus mengurangi beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kebijakan ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk melihat sejauh mana dampak efisiensi terhadap konsumsi energi,” katanya.
Baca Juga: Menteri Airlangga Menghadap Presiden Prabowo Bahas Harga BBM dan WFH
Sebelumnya, Kemenimipas juga telah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) setelah libur Lebaran 2026, tepatnya pada 25 hingga 27 Maret. Saat ini, kementerian masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan terkait kelanjutan kebijakan penghematan BBM, termasuk untuk periode setelah 30 Maret.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang