-
Perang Iran-AS memicu lonjakan harga minyak 45% akibat penutupan jalur strategis Selat Hormuz.
-
Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin baru Iran menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas terbunuh.
-
Kerugian pasar keuangan dunia mencapai 11,5 triliun dolar disertai krisis energi di berbagai negara.
Inflasi global pun tak terhindarkan seiring dengan melonjaknya biaya logistik dan transportasi di hampir seluruh belahan bumi.
Iran menggunakan strategi ini sebagai instrumen tekanan politik yang kuat untuk menekan posisi tawar Amerika Serikat dan sekutunya.
Rontoknya Nilai Kapitalisasi Pasar Keuangan Global
Ketakutan para investor terhadap eskalasi perang telah memicu kepanikan luar biasa di berbagai lantai bursa saham dunia.
Tercatat kapitalisasi pasar global harus kehilangan nilai sebesar US$11,5 triliun hanya dalam kurun waktu satu bulan saja.
Indeks saham utama di Amerika, Eropa, hingga kawasan Asia mengalami terjun bebas hingga mencapai angka dua digit.
Situasi ini mencerminkan betapa rapuhnya ekonomi dunia saat dihadapkan pada gangguan pasokan energi dan ketidakpastian keamanan wilayah.
Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa tekanan finansial ini akan berujung pada resesi panjang jika gencatan senjata tidak segera dilakukan.
Eskalasi Serangan Balasan ke Pangkalan Militer
Baca Juga: Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit
Iran tidak tinggal diam dan segera mengaktifkan unit militernya untuk menyerang puluhan titik pertahanan milik Amerika Serikat.
Target serangan balasan tersebut mencakup barak-barak militer di Timur Tengah serta infrastruktur pertahanan utama milik negara Israel.
Keterlibatan kelompok Houthi dari Yaman semakin memperkeruh suasana dengan meluncurkan proyektil rudal ke arah wilayah kedaulatan Israel.
Konflik yang semula terlokalisasi kini mulai merembet ke area perairan Laut Merah yang merupakan urat nadi perdagangan.
Risiko gangguan pelayaran internasional semakin nyata dan mengancam stabilitas distribusi barang antarbenua secara masif dan berkelanjutan.
Beban Biaya Perang yang Menguras Kantong
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara