- Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, dan Dimas Werhaspati mengajukan permohonan abolisi kepada Presiden Prabowo Subianto atas vonis korupsi.
- Ketiganya divonis penjara hingga 15 tahun terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.
- Kuasa hukum menilai terjadi kriminalisasi dan pelanggaran proses hukum yang tidak adil dalam penanganan perkara tersebut di pengadilan.
"Dakwaan bergeser menjadi tuduhan persekongkolan kontrak sewa TBBM dan kapal dengan kerugian Rp 2,9 triliun serta US$ 9,8 juta dan Rp 1 miliar," ujarnya.
Tak hanya itu, Hafid juga menyebut proses persidangan kliennya digelar secara tidak manusiawi. Sebagian besar prosses persidangan berlangsung lebih dari 11 jam, bahkan hingga pukul 04.00 WIB.
"Dalam 2 bulan terakhir, terdakwa hanya diberi waktu kurang dari 7,5 jam untuk menghadirkan seluruh saksi a de charge dan ahli. Hakim juga menangani perkara lain secara bersamaan sehingga tidak memiliki waktu cukup untuk mempelajari berkas," katanya.
Kemudian, Hafid menyebut pertimbangan putusan majelis hakim hanya mengambil alih atau menyalin dakwaan dan tuntutan jaksa tanpa mempertimbangkan fakta persidangan.
Hafid mencontohkan, keterangan saksi Irawan Prakoso yang tidak pernah dihadirkan dijadikan dasar utama adanya dugaan intervensi proses penyewaan terminal BBM dan kapal di Pertamina.
Sementara, saksi mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution dan mantan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya Yuktyanta dan Alfian Nasution yang bersaksi di bawah sumpah telah membantah adanya tekanan justru diabaikan dalam pertimbangan putusan hakim.
Tak hanya itu, Hafid menyatakan, pelaksanaan amanat dan perintah undang-undang justru dinilai jaksa dan hakim sebagai perbuatan melawan hukum.
Pernyataan Hafid ini merujuk pada pertemuan Kerry dengan pihak Bank Mandiri dan penambahan klausul “kebutuhan pengangkutan domestik” dalam proses penyewaan kapal oleh Pertamina. Jaksa menuding kedua hal tersebut sebagai persekongkolan.
"Padahal keduanya merupakan pelaksanaan KYC (know your customer) Bank Mandiri dan asas cabotage sesuai UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Tidak ada pelanggaran prosedur tender," katanya.
Baca Juga: Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
Selanjutnya, kata Hafid, terminal BBM Merak yang dituding jaksa merugikan negara justru merupakan objek vital nasional yang masih beroperasi hingga hari ini.
Dikatakan, terminal BBM tersebut beroperasi 24 jam dan masih digunakan PT Pertamina hingga 2034 dengan kontrak yang masih berjalan secara sah. Untuk itu, Hafid membantah tudingan kerugian keuangan negara Rp 2,9 triliun.
"Penghitungan kerugian Rp 2,9 triliun menggunakan metode total loss, padahal PT Pertamina memperoleh keuntungan US$ 524 juta dan efisiensi Rp 8,7 triliun," tegasnya.
Selain itu, Hafid menyatakan, UU Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN telah mendekriminalisasi kerugian bisnis BUMN dengan memisahkan kekayaan BUMN dari keuangan negara. UU itu juga melindungi keputusan direksi melalui business judgement rule.
"Putusan (Kerry Riza Cs) dijatuhkan setelah UU ini berlaku, namun hakim mengabaikan asas lex mitior," katanya.
Hafid juga mempertanyakan penghitungan kerugian negara yang dinilai hanya melegitimasi keinginan penyidik. Hal ini lantaran penghitungan kerugian dilakukan BPK setelah penetapan tersangka, tanpa konfirmasi yang benar kepada PT Pertamina. Dengan demikian, penghitungan kerugian negara tersebut dinilai melanggar prinsip asersi audit.
Berita Terkait
-
Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
-
Orang Kepercayaan Riza Chalid Bantah Desak Pertamina Sewa Terminal BBM PT OTM
-
Kuasa Hukum Kerry Riza Soroti Salinan Putusan Belum Terbit, Nilai Hambat Proses Banding
-
Pakar Hukum Pidana: Tak Logis Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak
-
15 Pakar Hukum Tegaskan Perkara Pertamina Murni Hubungan Bisnis, Bukan Tindak Pidana Korupsi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar