-
Liga Arab resmi mendukung resolusi Bahrain untuk mengamankan navigasi vital di Selat Hormuz.
-
Resolusi PBB ini mengizinkan penggunaan kekuatan militer demi menjaga kelancaran jalur perdagangan energi.
-
Blokade di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak global akibat konflik Iran-Israel.
Suara.com - Langkah diplomatik besar kini tengah diambil oleh Liga Arab dalam menanggapi situasi darurat di kawasan Teluk.
Ahmed Aboul Gheit selaku Sekretaris Jenderal Liga Arab menyatakan dukungan penuh terhadap draf resolusi yang diajukan Bahrain.
Pernyataan resmi ini disampaikan langsung dalam forum Dewan Keamanan PBB pada Kamis, 2 April 2026.
Liga Arab memandang bahwa stabilitas di kawasan Selat Hormuz merupakan prioritas yang tidak bisa ditunda lagi.
Dukungan ini menjadi sinyal kuat persatuan negara-negara Arab dalam menghadapi ketidakpastian keamanan maritim saat ini.
"Dalam hal ini, kami mendukung inisiatif Bahrain untuk mengamankan pengesahan resolusi Dewan Keamanan mengenai masalah ini," kata Aboul Gheit di Dewan Keamanan PBB.
Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, memberikan estimasi waktu terkait langkah hukum internasional tersebut.
Al Zayani menyebutkan bahwa pemungutan suara terhadap rancangan resolusi ini kemungkinan besar terjadi pada Jumat, 3 April.
Langkah cepat ini diambil untuk merespons eskalasi yang semakin tidak terkendali di wilayah perairan strategis tersebut.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
Dunia internasional kini menanti keputusan besar yang akan lahir dari meja hijau PBB di New York.
"Usulan resolusi ini akan memberi wewenang kepada negara-negara anggota untuk menggunakan "semua cara pertahanan yang diperlukan dan sesuai dengan keadaan, di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, termasuk di dalam perairan teritorial negara-negara pesisir di dalam atau yang berbatasan dengan Selat Hormuz," sebut Al Zayani.
Tujuan utama dari pemberian mandat ini adalah untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas kapal internasional.
Otoritas terkait ingin memastikan tidak ada lagi pihak yang mencoba menutup atau menghalangi jalur transit global.
Gangguan terhadap navigasi di wilayah ini dianggap sebagai ancaman serius bagi ketahanan ekonomi antarnegara.
Keamanan di Selat Hormuz menjadi kunci utama agar perdagangan gas dan minyak bumi tetap berjalan normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya
-
Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan
-
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!
-
Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini
-
Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana
-
Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone