-
Liga Arab resmi mendukung resolusi Bahrain untuk mengamankan navigasi vital di Selat Hormuz.
-
Resolusi PBB ini mengizinkan penggunaan kekuatan militer demi menjaga kelancaran jalur perdagangan energi.
-
Blokade di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak global akibat konflik Iran-Israel.
Resolusi tersebut memuat poin krusial yang secara langsung menyasar kebijakan keamanan dari pihak Teheran.
Dokumen hukum itu menuntut agar Iran secepatnya menyudahi segala bentuk serangan terhadap armada kapal dagang.
Kapal-kapal komersial yang melintas di selat tersebut harus mendapatkan jaminan keamanan dari ancaman fisik apa pun.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa risiko terhadap pelayaran komersial telah mencapai level yang mengkhawatirkan.
Hal ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku industri energi dan logistik internasional di seluruh dunia.
Ketegangan ini bermula dari aksi militer yang melibatkan beberapa kekuatan besar di Timur Tengah pada akhir Februari.
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya telah melancarkan operasi militer ke sejumlah titik strategis di wilayah Iran.
Serangan tertanggal 28 Februari tersebut menyasar beberapa lokasi, termasuk ibu kota Teheran, yang memakan korban jiwa.
Iran tidak tinggal diam dan memberikan balasan militer sebagai bentuk upaya perlindungan kedaulatan negara mereka.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
Fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah serta wilayah Israel menjadi target utama dalam serangan balasan tersebut.
Dampak dari saling serang ini memicu terciptanya blokade de facto di sepanjang perairan Selat Hormuz.
Jalur ini merupakan nadi utama bagi pengiriman komoditas minyak mentah dan gas alam cair (LNG).
Pasokan energi dari negara-negara di pesisir Teluk Persia kini terhambat untuk mencapai pasar global.
Ketidakpastian akses logistik ini secara otomatis memicu lonjakan harga energi di berbagai bursa komoditas internasional.
Tanpa adanya resolusi keamanan yang jelas, krisis energi global diprediksi akan semakin membebani ekonomi banyak negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
-
Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026
-
Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma