News / Internasional
Selasa, 07 April 2026 | 11:16 WIB
Eks pejabat kontraterorisme Presiden Donald Trump, Joe Kent jadi sorotan di dalam negeri AS setelah dianggap menyebarkan narasi media Iran yang menyebut Amerika Serikat berusaha membunuh pilotnya sendiri. [ndtv]
Baca 10 detik
  • Mantan pejabat kontraterorisme AS, Joe Kent, dianggap menyebarkan klaim palsu dari media Iran terkait upaya pembunuhan pilot Amerika.
  • Klaim tersebut menyebut AS mengebom lokasi pilot yang hilang, namun terbantahkan setelah sang pilot berhasil diselamatkan.
  • Tindakan Kent menuai kritik keras dari jurnalis Jake Tapper yang menganggap unggahan tersebut sebagai informasi tidak berdasar.

Suara.com - Eks pejabat kontraterorisme Presiden Donald Trump, Joe Kent jadi sorotan di dalam negeri AS setelah dianggap menyebarkan narasi media Iran yang menyebut militer Amerika Serikat berusaha membunuh pilotnya sendiri.

Klaim tersebut beredar hanya beberapa jam sebelum pilot yang hilang berhasil diselamatkan dalam operasi dramatis.

Kent, yang baru saja mundur dari jabatannya bulan lalu, terlibat adu argumen sengit dengan jurnalis Jake Tapper.

Kent dikritik setelah membagikan artikel media pemerintah Iran yang menyebut AS mengebom lokasi tempat pilot hilang berada.

Media pemerintah Iran mengklaim Washington telah kehilangan harapan dan berusaha membunuh prajuritnya sebelum ditangkap pasukan Iran.

Kepolisian Iran merilis video yang diklaim memperlihatkan operasi penghancuran pesawat militer Amerika Serikat di wilayah Isfahan, selatan Teheran. [Tangkap layar X]

Narasi itu kemudian dibantah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pilot tersebut berhasil diselamatkan.

Tapper menyebut unggahan Kent sebagai “omong kosong” yang tidak berdasar.

“Mantan direktur kontraterorisme membagikan klaim palsu bahwa AS mencoba membunuh pilotnya sendiri,” tulis Tapper di akun media sosialnya seperti dinukil dari NY Post.

Kent tak tinggal diam dan membalas kritik tersebut.

Baca Juga: Waktu Habis! Siap-siap Donald Trump Bombardir Ratakan Iran

Kent menuding media arus utama mendorong perang dan menyerang pihak yang menentangnya.

“Bacalah media independen, media Iran, dan media AS, selalu pertanyakan mereka yang mendukung perang,” ujarnya.

Kent dikenal sebagai veteran tempur dengan pengalaman lebih dari dua dekade di medan perang.

Sebelum masuk ke lingkaran kebijakan keamanan nasional di Washington, ia menghabiskan hampir 20 tahun di Angkatan Darat Amerika Serikat, termasuk di unit elit operasi khusus.

Menurut data resmi pemerintah AS, Kent pernah bertugas di 75th Ranger Regiment dan kemudian menjadi anggota Green Berets, pasukan khusus Angkatan Darat yang sering dikerahkan dalam operasi berisiko tinggi di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika.

Atas pengabdiannya, Kent menerima sejumlah penghargaan militer, termasuk beberapa Bronze Star yang diberikan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian dalam operasi tempur.

Load More