-
Serangan udara Israel menghancurkan Akademi Musik Honiak di Teheran dan aset senilai 15 tahun.
-
Pemilik sekolah, Hamidreza Afarideh, kehilangan instrumen dan fasilitas akibat ledakan drone yang sangat kuat.
-
Konflik bersenjata ini mengancam mata pencaharian guru musik dan identitas budaya generasi muda Iran.
Suara.com - Suara petikan instrumen setar dan denting santur yang biasanya menggema di Akademi Musik Honiak Iran kini telah bungkam total.
Hamidreza Afarideh bersama istrinya, Sheida Ebadatdoust, mendirikan sekolah seni ini dua tahun silam sebagai pusat kebudayaan di Teheran.
Lembaga pendidikan ini sebelumnya menjadi rumah kedua bagi sekitar 250 siswa dari berbagai kalangan usia, mulai balita hingga lansia.
Namun, kebahagiaan kolektif tersebut mendadak hilang setelah sebuah proyektil menghantam bangunan tempat akademi itu beroperasi.
Afarideh menggambarkan kondisi tempat usahanya saat ini dengan kalimat yang penuh dengan kesedihan mendalam.
“Semua properti dan aset yang saya dan pasangan saya bangun selama 15 tahun kerja keras hancur dalam semalam — benar-benar musnah, tidak ada yang tersisa,” kata Afarideh. dikutip dari CNN.
Ledakan hebat terjadi pada 23 Maret saat militer Israel membidik kawasan di sisi timur ibu kota Iran tersebut.
Lokasi gedung yang hancur hanya berjarak kurang dari dua kilometer dari instalasi pangkalan udara militer setempat.
Untungnya, area sekolah dalam keadaan kosong karena pemilik telah meliburkan kegiatan belajar mengajar demi keselamatan jiwa.
Baca Juga: Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam
Langkah antisipasi ini diambil tepat setelah ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memanas.
Meski tidak ada korban jiwa di lokasi tersebut, kerugian materiil dan moril yang dialami pasangan musisi ini sangat masif.
Kisah mereka menjadi bukti nyata bagaimana konflik bersenjata menghancurkan kehidupan warga sipil di luar angka-angka statistik kematian.
Afarideh pertama kali menyadari ada sesuatu yang salah ketika alarm keamanan sekolahnya berbunyi sesaat setelah fajar menyingsing.
Awalnya ia menduga ada aksi kriminalitas biasa, namun pemandangan langit yang tertutup asap tebal mengubah firasatnya.
Kabut hitam yang sangat pekat membuat pandangan mata terbatas sehingga kendaraan sulit untuk menjangkau lokasi sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
Terkini
-
Terima Aduan Warga via DM, Legislator Gerindra Soroti Tramadol Bebas Dijual di Pinggir Jalan
-
Pramono Desak Polisi Usut Begal Sadis Petugas Damkar di Gambir: Tak Boleh Ada Main Hakim Sendiri!
-
Rudal Israel Hancurkan Sinagoga di Teheran, Pemerintah Netanyahu: Itu Gak Sengaja
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 2 Kali Lipat Saat Libur Paskah 2026, Tembus 270 Ribu Orang
-
Polemik Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pimpinan KPK Belum Dapat Panggilan dari Dewas
-
Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
-
Anggota DPR Sebut Langkah Kejagung Kasasi Putusan Bebas Delpedro Marhaen Melanggar KUHAP Baru
-
Eks Ketua TGPF Tegaskan Fakta Perkosaan Mei 98 Tak Bisa Disangkal
-
Israel Hancurkan Sinagoge di Teheran, Taurat Bertebaran, Yahudi Iran: Zionis Biadab